Suara.com - Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD, membantah jika dirinya kini aktif di platform media sosial TikTok karena mengikuti langkah kompetitornya yakni Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan.
Ia mengaku sudah lama aktif di media sosial termasuk berkecimpung di platform TikTok.
"Enggak (ikutan Anies). Saya sudah lama kan main-main begitu," kata Mahfud ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2024).
Menurutnya, jika saat ini Anies aktif menggunakan TikTok juga sama dengan dirinya hal itu disebut hanya sebuah kebetulan saja.
"Cuman kebetulan momentumnya ada, lalu teman-teman ngajak yok. Gitu-gitu aja," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, tak merasa jika dirinya mengikuti Anies dalam bermain TikTok. Pasalnya ia tak tahu juga jika Anies bermain TikTok.
"Saya nggak merasa ikutan karena saya ndak tahu Anies melakukan apa," tuturnya.
Untuk diketahui, calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mencuri perhatian masyarakat dengan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok.
Tak mau kalah, cawapres nomor urut 3, Mahfud MD juga mencoba live melalui aplikasi asal China tersebut.
Baca Juga: TikTok Gandeng KPU RI Atasi Misinformasi Jelang Pemilu 2024
Diketahui, Mahfud melangsungkan live Tiktok pada Minggu (31/12/2023) atau tepat pada malam Tahun Baru 2024.
Livenya tersebut kemudian dipotong-potong oleh warganet lalu disebarkan melalui platform X.
Dalam video berdurasi 1:14, Mahfud terlihat mengenakan kemeja batik ketika live.
Salah satu potongan videonya memperlihatkan Mahfud tengah membahas soal penataan bidang hukum demi negara adil hingga melindungi rakyat kecil.
Ada sebuah hadis Rasulullah SAW yang ia sampaikan dalam live tersebut.
Kemudian, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tersebut menyinggung soal pemerintahan selanjutnya yang mesti melindungi rakyat kecil dan berani menindak penguasa yang berlaku sewenang-wenang.
Berita Terkait
-
Bukan Live TikTok, TKN Prabowo-Gibran Luncurkan Fotober2.AI Demi Manjakan Pemilih Pilpres 2024
-
Fakta di Balik Gaun Pernikahan Mutiara Baswedan, Hasil Rancangan Didit Hediprasetyo Putra Prabowo Subianto
-
Apa yang Dikejar Anies dan Mahfud Sampai Rela Live TikTok? Begini Kata Pakar
-
Pakar Sebut Live Tiktok Anies Efektif Merangkul Anak Muda
-
Live Tiktok Dapat Tanggapan Positif, PKS Optimistis AMIN Raup Suara dari Gen Z
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan