- Tim SAR gabungan menemukan satu korban tewas di dalam bangkai KM Virgo Transport 8, Minggu (20/9/2026).
- Operasi hari kedelapan mencatat 118 korban ditemukan dengan rincian 108 selamat dan 10 meninggal dunia.
- Basarnas masih melanjutkan pencarian terhadap 125 orang yang belum ditemukan dari total manifes 243 penumpang.
Suara.com - Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (20/9/2026).
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan korban ditemukan penyelam BSG pada pukul 14.14 WITA. Korban ditemukan di dalam bodi KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di dasar laut.
Korban kemudian dievakuasi pada pukul 15.15 WITA menuju KN SAR Kamajaya menggunakan sekoci kapal tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 16.22 WITA, Helikopter HR 3601 Basarnas mengevakuasi korban dari KN SAR Kamajaya menuju Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru.
Setibanya di Banjarbaru, korban dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut.
“Seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal dalam pencarian dan evakuasi korban,” kata Syafii.
Basarnas masih melanjutkan operasi pencarian dengan mengoptimalkan penyelam, sarana laut, serta dukungan udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi dengan mengoptimalkan unsur penyelam, sarana laut, serta dukungan udara di sekitar lokasi KM Virgo Transport 8,” ujar Syafii.
Hingga hari kedelapan operasi SAR pada Minggu pukul 16.00 WITA, sebanyak 118 korban telah ditemukan. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan 10 orang meninggal dunia.
Namun, masih ada 125 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.