Suara.com - Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, menghadiri pertemuan simpatisan di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (9/1/2024).
Ketua Tim Kampanye Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, menyampaikan bahwa kehadiran Anies dalam pertemuan ini sebagai upaya untuk mewujudkan perubahan.
"Capres kita (datang ke sini) melihat langsung apakah Sultra menginginkan kemajuan dan perubahan," ujarnya.
Anies pun mengaku merasakan semangat perubahan yang luar biasa. Betapa tidak, ratusan simpatisan dari 17 kabupaten/kota di seluruh Sulawesi Tenggara ini berkumpul di Kendari dengan biaya sendiri, tanpa dimobilisasi.
"Rupiah bisa membawa orang untuk berkumpul, tapi tidak bisa membangkitkan semangat seperti di sini," katanya.
Karena itulah, dalam kesempatan tersebut, Anies mengajak para simpatisan untuk terus menggaungkan perubahan supaya harga sembako tak lagi mahal, solar tak lagi langka, dan biaya pendidikan serta kesehatan menjadi murah.
Tidak hanya itu, mengingat Kendari sangat kaya akan sumber daya mineral, Anies pun menekankan bahwa sektor itu mestinya diperuntukkan bagi tenaga kerja Indonesia.
Ia akan memprioritaskan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di sektor pertambangan, bukannya didominiasi tenaga asing seperti yang terjadi saat ini.
"Republik ini berjanji untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, bukan hanya sebagian. Inilah yang akan kita kerjakan," tandasnya.
Baca Juga: Kubu AMIN Ajak Jokowi Hadiri Debat Capres Berikutnya: Silakan Datang, Tapi...
Berita Terkait
-
Di Hadapan Para Buruh di Kendari, Anies Akan Benahi UMP Seperti di Jakarta
-
Agar Lebih Banyak Tenaga Kerja Terserap, Anies Bakal Fokuskan Investasi Padat Karya
-
Mahasiswi Riau Nilai Program Prabowo-Gibran Paling Masuk Akal
-
Anies Baswedan Cetak Rekor! Jadi Capres Paling Banyak Dibahas di Medsos Selama Debat Capres
-
Dukung Anies Baswedan, Saut Sitomorang: Prabowo Dan Ganjar Lebih Berisiko Korupsi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Wacana Riau Dimekarkan Bernama Riau Pesisir atau Provinsi Siak Indrapura
-
Amnesty Internasional: Korupsi Batu Bara 'Blackout' Langgar Hak Hidup Layak Masyarakat
-
Viral karena Nyungsep di Panggung Wisuda: Antara Niat Selfie dan Hilangnya Etika?
-
7 Moisturizer Ceramide Terbaik yang Nyaman Dipakai Pagi dan Malam
-
Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat
-
9 HP Murah Baterai 6000 mAh, Awet Dipakai Seharian Mulai Rp1 Jutaan
-
Review Ride or Die: Sajikan Plot Twist Menarik tentang Pembunuh Bayaran
-
Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?
-
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
-
Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh