Suara.com - Capres nomor 01, Anies Baswedan bersyukur bisa mengawali giat kampanye akbar di hari pertama di Lapangan Pinang WH, Tangerang, Banten, Minggu (20/1/2024).
"Suasana semangat itu tidak bisa dibohongi. Saya sering cerita kalau kita melihat ada massanya banyak, motornya banyak, mobilnya banyak itu artinya mereka swadaya," kata Anies kepada wartawan.
Anies menjelaskan, warga yang mendatangi lokasi kampanye akbar didorong atas semangat pribadi dan bukan dikerahkan. Dia menegaskan, antusiasme warga mendatangi lokasi tinggi.
"Insya Allah Banten seperti pada Pilpres-Pilpres sebelumnya selalu berada di kubu yang menginginkan perubahan," ujar Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Hal itu kata Anies memperlihatkan posisi masyarakat Banten hari ini.
Anies mematok target kemenangan di Banten, dengan hasil yang menurutnya kalau bisa tinggi lebih bagus.
Anies menegaskan dalam pidato di panggung kampanye akbar bahwa relawan adalah orang-orang yang bekerja di belakang layar. “Orang-orang yang menjangkau semua," ujar dia.
Kader partai pendukung dari NasDem, PKS, dan PKB kata dia juga orang uang bekerja di belakang layar. Anies juga memberi apresiasi kepada orang-orang yang terlibat sehingga acara kampanye akbar ini bisa terlaksana dengan lancar.
"Sesungguhnya yang membuat acara ini hebat, bukan yanf pidato di sini, tapi yang membuat acara ini hebat adalah orang yang menyiapkan panggungnya, menyiapkan layarnya, sound system-nya," katanya.
Dalam orasi, Anies juga sempat menyinggung soal usahanya agar pendapatan asli daerah Jakarta khusus dari perusahaan bir dialokasikan buat bangun waduk dan stadion.
Baca Juga: Profil Emiten Metropolitan Land yang 'Takedown' Videotron Anies Baswedan
Usaha itu kata Anies terbentur persetujuan DPRD.
"Karena kita bukan pemenang. Akhirnya semua sudah bisa dipenuhi kecuali persetujuan DPRD, Tanpa persetujuan DPRD tidak bisa dijual. Mudah-mudahan tahun ini ada persetujuan dari DPRD,” ungkap Anies.
Berita Terkait
-
Di Depan Masyarakat Sepak Bola, Ini Janji Anies Jika Jadi Presiden
-
Di Yogyakarta, AMIN Muda Bikin Gen Z untuk Dukung Anies-Muhaimin Secara Terbuka
-
Anies Janji Bangun 11 Stadion Bertaraf Internasional, Caranya: Kita Lakukan Penghematan
-
Janji Anies Untuk Atlet Berprestasi: Jaminan Hari Tua Hingga Hall Of Fame
-
Prabowo Ajak Jaga Kerukunan: Kalau Menjelekkan Terus, Kapan Selesainya?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan