Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Aditya Perdana menilai ketokohan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pangandaran dapat dioptimalkan untuk meraup dukungan pada Pilgub Jawa Barat 2024.
"Bu Susi Pudjiastuti punya ketokohan di daerah Jawa Barat, terutama daerah pesisir Pangandaran, yang tentu akan bisa dioptimalkan dalam mencari simpati pemilih di sana," kata Aditya di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Hal itu disampaikan-nya menanggapi DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat yang membuka peluang untuk mengusung Susi Pudjiastuti pada Pilkada Jawa Barat 2024.
Selain ketokohan, dia menilai potensi utama yang dimiliki Susi Pudjiastuti untuk diusung pada Pilkada Jawa Barat 2024 ialah kinerja positifnya selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2014 hingga 2019.
"Potensi Bu Susi tentu adalah sebagai mantan menteri ya, ini yang menjadi salah satu hal yang positif, menteri yang tentu berkinerja baik," ujarnya.
Meski demikian, dia berpendapat potensi untuk mengusung Susi Pudjiastuti masih tergantung pada dinamika elite partai politik di tingkat pusat.
"Menurut saya semua masih bisa cair, karena elite politik Jakarta masih terus mengkaji pilihan-pilihan yang ada apakah sudah tepat atau belum," kata Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI itu.
Sebelumnya, Rabu (19/6), Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono mengatakan bahwa partai-nya membuka peluang untuk mengusung mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Pilkada Jawa Barat 2024.
"Ada statement Bu Susi beliau apabila diminta masyarakat, beliau akan siap. PDIP akan dalami itu, apakah Bu Susi siap untuk kami usung," kata Ono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dia menilai bahwa Susi Pudjiastuti merupakan figur potensial untuk diusung pada kontestasi Pilkada Jawa Barat 2024 bersama partai politik lainnya yang bersedia.
"Kita bisa dorong partai lain eksplor lebih jauh kesiapan Bu Susi. Menurut saya Bu Susi figur-nya menarik," ujarnya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Soal Pilgub Jakarta, Puan Sebut Semua Nama Masih Dipertimbangkan PDIP Termasuk Anies Baswedan
-
Jawaban Puan Ditanya Peluang PDIP Usung Bambang Pacul Atau Ahmad Luthfi Di Pilgub Jateng
-
Berat jika Lawan Anies di Jakarta, RK Lebih Mudah Menang di Pilkada Jabar karena Rivalnya Enteng?
-
'Insyaallah PKB Usung Anies Nyagub', Cerita Elite PDIP Temui Cak Imin Sebelum Naik Haji
-
Santer Isu Sekjen Hasto Kristiyanto Bakal Diganti Gegara Terlilit Kasus, Begini Kata PDIP
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga