Profesor Karim Suryadi menilai, koalisi antara partai-partai yang berkontestasi dalam pemilihan umum (pemilu) 2024 masih belum matang.
"Jika dianalogikan, koalisi itu ibarat janin. Umur janin itu masih berusia tiga bulan, masih sangat bisa berubah dan bertumbuh," kata pakar komunikasi politik itu kepada KompasTV, dikutip Liberte Suara, Selasa (13/6/2023).
Maka, Demokrat yang telah memiliki koalisi memutuskan menerima komunikasi PDIP. Ini dilakukan oleh sekjen kedua pihak, Hasto Kristiyanto dan Teuku Riefky Harsya.
Dari komunikasi ini, kata Prof. Karim, merupakan nilai lebih untuk PDIP. Di sisi lain adalah godaan bagi Demokrat.
"Terus terang, ini poin bagi PDIP, godaan buat Demokrat, sekaligus godaan untuk capres Anies Baswedan," ujarnya.
Hal ini beralasan karena PDIP akan banyak menerima insentif. Terlebih jika ada tujuan yang telah tercapai sehingga memberikan image bagi PDIP.
"Image PDIP adalah sebagai partai terbuka, nasionalis, merangkul semua. Partai besar yang memulai pembicaraan yang sudah membeku," terang profesor.
Sementara, mengapa disebut godaan bagi Demokrat karena hanya nama AHY yang diungkapkan ke publik oleh politikus PDIP.
"Untuk Demokrat, ini godaan bagi AHY karena kalkulasinya menjadi cawapres," tukas pakar komunikasi politik itu.
Baca Juga: Kedepankan Pengembangan Sumber Daya Alam, GMC Kaltim Tanam Ratusan Bibit Pohon
"Itu karena di PDIP terdapat figur bertabur bintang yang mungkin menduduki kursi cawapres," jelasnya, menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur