Kemudian, dari video berdurasi 9 menit 47 detik itu juga tidak ditunjukan jaringan teroris apa yang dimaksud dan bagaimana proses penangkapannya.
Kemudian, tak ada pula pernyataan resmi dari Mahfud MD mengenai proses penangkapan jaringan teroris seperti yang ditulis dalam judul.
Yang ada hanya narasi dari narator yang mengarahkan penonton agar percaya pada opininya, tanpa menunjukan bukti di video.
Kemudian, pihak Pilihan Rakyat juga memotong sebuah video tanpa mencantumkan nama narasumber padahal narasumber itu sedang menjelaskan gerakan-gerakan terorisme di Indonesia yang dikirim untuk ‘berjihad’ di luar negeri, bukan untuk menjadi pendukung Anies Baswedan.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit dari berita aslinya berjudul ‘79 Preman Kerap Lakukan Pungli di Pekanbaru Ditangkap’ yang diunggah Merdeka.com pada 14 Juni 2021.
Berita ini berisi tentang informasi Sebanyak 79 pria di Pekanbaru ditangkap karena diduga terlibat aksi premanisme. Mereka diduga melakukan pungutan liar di sejumlah tempat di Kota Pekanbaru.
Sehingga fakta sebenarnya orang-orang di thumbnail ini tak ada hubungannya dengan jaringan teroris manapun apalagi berhubungan dengan Anies Baswedan.
KESIMPULAN
Video ‘Anies Terafiliasi Teroris, Mahfud MD dan PPATK Temukan Bukti Penting Ini’ yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian dan hoax kepada Anies Baswedan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati