/
Senin, 19 Juni 2023 | 14:15 WIB
Isu Anies Baswedan menggunakan jaringan teroris agar mendukungnya dalam Pilpres 2024.

 

Kemudian, dari video berdurasi 9 menit 47 detik itu juga tidak ditunjukan jaringan teroris apa yang dimaksud dan bagaimana proses penangkapannya. 

Kemudian, tak ada pula pernyataan resmi dari Mahfud MD mengenai proses penangkapan jaringan teroris seperti yang ditulis dalam judul.

Yang ada hanya narasi dari narator yang mengarahkan penonton agar percaya pada opininya, tanpa menunjukan bukti di video.

 

Kemudian, pihak Pilihan Rakyat juga memotong sebuah video tanpa mencantumkan nama narasumber padahal narasumber itu sedang menjelaskan gerakan-gerakan terorisme di Indonesia yang dikirim untuk ‘berjihad’ di luar negeri, bukan untuk menjadi pendukung Anies Baswedan

 

Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit dari berita aslinya berjudul ‘79 Preman Kerap Lakukan Pungli di Pekanbaru Ditangkap’ yang diunggah Merdeka.com pada 14 Juni 2021.

 

Baca Juga: Jelang Indonesia vs Argentina, Erick Thohir Minta Penonton Indonesia Jangan Salah Kostum: Jangan Pakai Putih Biru

Berita ini berisi tentang informasi Sebanyak 79 pria di Pekanbaru ditangkap karena diduga terlibat aksi premanisme. Mereka diduga melakukan pungutan liar di sejumlah tempat di Kota Pekanbaru.

 

Sehingga fakta sebenarnya orang-orang di thumbnail ini tak ada hubungannya dengan jaringan teroris manapun apalagi berhubungan dengan Anies Baswedan.



KESIMPULAN

Video ‘Anies Terafiliasi Teroris, Mahfud MD dan PPATK Temukan Bukti Penting Ini’  yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian dan hoax kepada Anies Baswedan. 

Load More