Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto kembali memberikan kritikan pedasnya untuk pemerintahan dalam tangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini terkait dengan program hilirisasi nikel di Indonesia.
Menurutnya program ini malah menguntungkan investor asing sementara tanah air hanya mendapatkan kerugian yang besar. Salah satunya dalam model kerja sama Indonesia-China.
Mulai dari pembelian bijih nikel yang jauh di bawah harga internasional; bebas pajak PPN; mendapat tax holiday bebas PPH badan; bebas bea keluar atau pajak ekspor hingga kemudahan mendatangkan TKA, semua ini terlalu menguntungkan pihak asing. Mulyanto berharap bahwa ada evaluasi total terkait ini yang segera dilakukan oleh Seluruh Jajaran Presiden Jokowi.
“Pemerintah harus mengevaluasi program hilirisasi nikel secara habis-habisan agar program ini tidak sekedar menguras sumber daya mineral kita. Lalu hanya menyisakan ampasnya untuk rakyat. Sementara yang menikmati keuntungan adalah pihak investor asing,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara Liberte, Kamis (22/6/2023).
Salah satu yang paling disoroti adalah efek dari hilirisasi mineral ini bagi ekonomi dari Indonesia. Tidak transparannya hal ini membuat curiga sosok dari Mulyanto.
“Jangan-jangan kita malah nombok. Apalagi devisa yang dihasilkan juga ditengarai tidak masuk ke Indonesia tetapi di parkir di luar negeri dalam bentuk dolar,” ungkapnya.
Yang lebih mengenaskan lagi, devisa (bukan penerimaan negara) dari ekspor tersebut ternyata tidak balik ke Indonesia, tetapi malah di parkir di luar negeri dalam bentuk dolar. Kalau demikian, maka bukan untung malah buntung.
Oleh karenanya, ia meminta adanya perhatian serius dari pemerintah agar segera melakukan evaluasi terkait program hilirisasi ini. “Siapa sebenarnya yang lebih diuntungkan. Paling tidak kan harus win-win,” imbuh elite politikus ini.
Baca Juga: Jelas Sudah Mimpi Segerbong Bareng Megawati, Pengamat Telaah Keresahan Hati SBY, Puan Hingga Jokowi
Sementara itu, Presiden Joko Widodo sendiri mengklaim bahwa program ini telah sukses besar, dirinya bahkan sampai ingin program hilirisasi tak hanya berlaku dalam industri mineral.
"Saya ingin mengulang lagi bahwa yang namanya hilirisasi itu menjadi kunci. Konsistensi kita di dalam industrialisasi dan hilirisasi jadi kunci. Jangan kita hanya senang karena keberhasilan di nikel," tegasnya di Mandiri Investment Forum 2023, Rabu (01/02/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?