Masyarakat terus buka suara terkait dengan sejumlah pandangan hingga pengalamannya soal pondok pesantren dari Al Zaytun. Ponpes tersebut nyatanya punya segudang fakta menarik, tak kalah dari foundernya, Panji Gumilang.
Sejumlah netizen memberikan pengalamannya ketika mereka akan mendaftar untuk menjadi santri atau santriwati dari lembaga pendidikan islam tersebut. Salah satunya adalah sosok dari Iman Sjafei.
Sosok pengusaha ini rupanya hampir pernah menjadi didikan Al Zaytun. Ia menuturkan bahwa untuk masuk menjadi santri, setiap individu diwajibkan untuk menyiapkan sapi betina ke ponpes tersebut.
"Dulu pas mau masuk SMP, hampir banget masuk Al-Zaitun. Udah nyiapin sapi betina, udah hadal full juz amma, udah survei udah daftar ke Indramayu. Lasy minute di-veto ama kakek gue, batal," ungkapnya dalam twitter @imanlagi, dikutip Selasa (04/07/2023).
Usut punya usut pemberian hewan tersebut ternyata dianggap seperti uang masuk. Dikatakannya sapi betina itu akan dikembangbiakkan dan dikonsumsi susunya kelak di kemudia hari.
Akun @talithafeby dan @muzzaimah memiliki pengalaman lain, ia menuturkan bahwa untuk masuk ponpes Al Zaytun, setiap santri setidaknya harus siap merogoh kocek dalam-dalam karena biaya pendidikan di sana tergolong tinggi.
"Betul, tahun 2000an saya mau lulus SD juga gencar promosinya, Untung uangnya kaga ada," ucap @talithafeby membalas cuitan dari Imam.
"Pernah juga masuk al zaytun, sudah les hafalan juz amma. Sdh siap 1300 dollar, terus naik jadi 1500 dollar, tapi ada berita miring juga, jadi skip, alasannya karena kenaikan jd uangnya ga cukup," ungkap @muzzaimah.
Diketahui, Ponpes Al Zaytun mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta. Hal ini untuk setingkat SMP. Namun bagi jenjang MTs, santri diminta membayar sekaligus 6 tahun pembelajaran menggunakan kurs US Dollar sebesar 3.500 USD atau sekitar Rp 52,6 juta.
Pihak ponpes menyediakan pilihan untuk mencicil biaya tersebut dalam dua kali pembiayaan sebesar USD 2.275 atau sekitar Rp 41,3 juta sekali bayar. Bila dibayar setiap tahun, maka ongkos pembelajaran berjumlah Rp 11,3 juta dan jika dibayar bulanan sebesar Rp 947.917 sekali bayar. Seluruh nominal itu masih ditambah ongkos lain-lain meliputi biaya listrik, asrama dll, berjumlah Rp 4.229.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi
-
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026
-
Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM