/
Rabu, 12 Juli 2023 | 13:01 WIB
Mak Ganjar Provinsi Banten terus menggalakan upaya pencegahan stunting melalui rangkaian kegiatan "Gebyar Kesehatan". (Ist)

Diabetes pada anak kini menjadi ancaman. Di Indonesia, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena tercatat sejumlah kasus diabetes yang menyerang generasi muda penerus bangsa.

“Pola hidup yang kurang sehat dengan konsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi saat ini menjadi rutinitas kehidupan anak-anak. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Ancaman Diabetes Melitus pada Anak-Anak Indonesia Sangat Mencemaskan, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12.

Mengutip data IDAI, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie mencatat kejadian diabetes melitus (DM) pada anak saat ini meningkat dua kali. Kita tidak boleh menutup mata terhadap fenomena itu.

Karena, tambah Legislator NasDem itu, DM pada anak bukan sekadar ancaman kesehatan, tetapi anak-anak adalah masa depan kita untuk melanjutkan kehidupan bangsa Indonesia.

Belum tuntas dengan masalah stunting, ujar Rerie yang juga wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah II (Demak, Kudus, Jepara) itu, kita dihadapkan pada pola hidup yang mengancam anak dengan DM.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengakui Indonesia belum memiliki kebijakan perlindungan yang menyeluruh terkait penerapan pola hidup sehat sejak dini.

Rerie menegaskan, dengan memperhatikan masalah yang dihadapi anak-anak, seperti ancaman DM, sejatinya kita sedang berupaya memperbaiki masa depan bangsa ke arah yang lebih baik.

Karena itu, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI tersebut, kita harus bersama-sama mendorong berbagai langkah antisipatif hingga solusi untuk mencegah dan mengatasi ancaman DM terhadap anak di Indonesia.

Diskusi yang dimoderatori Arimbi Heroepoetri (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Esti Widiastuti (Dokter, Ketua Tim Kerja Penyakit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Kementerian Kesehatan), Piprim Basarah Yanuarso, (Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia/IDAI) dan Mulianah Daya, (Dokter Spesialis Gizi Klinik), sebagai narasumber.

Baca Juga: Meta Meluncurkan Threads: Pesaing Baru untuk Twitter

Selain itu hadir pula Felly Estelita Runtuwene (Ketua Komisi IX DPR RI) dan Diah Satyani Saminarsih (Founder & Chief Executive Officer Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives /CISDI) sebagai penanggap.

Ketua Tim Kerja Penyakit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Kementerian Kesehatan, dokter Esti Widiastuti, mengungkapkan prevalensi DM pada rentang 2013-2022 meningkat drastis.

Pada 2021, tambah Esti, tercatat 6,7 juta orang meninggal karena menderita diabetes. Pada tahun yang sama 1,2 juta anak menderita diabetes tipe 1.

Esti mengungkapkan faktor risiko penyebab DM sangat erat dengan gaya hidup. Dia memperkirakan jumlah penderita DM tipe 1 di Indonesia bisa jadi lebih tinggi dari yang tercatat, karena rendahnya upaya deteksi dini sehingga tidak terdiagnosa.

Secara keseluruhan, ujar Esti, biaya pelayanan kesehatan terkait DM dan sejumlah penyakit yang dipicunya seperti stroke, jantung dan kanker di Indonesia pada 2019 tercatat lebih dari Rp8 triliun.

Pemerintah, ujar Esti, sudah melakukan transformasi sistem kesehatan yang salah satunya berupa transformasi layanan primer yang mengedepankan upaya preventif dan promotif. Diharapkan masyarakat sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksanaannya.

Load More