Simpatisan Ganjar Pranowo, Jhon Sitorus buka suara terkait dengan anggapan bahwa ada sikap sombong alias arogan yang selalu ditunjukkan oleh PDI Perjuangan (PDIP) di Pilpres 2024.
Hal ini menyusul adanya anggapan bahwa partai yang sering dianggap sebagai barisan yang mewakili wong cilik ini ogah mengakui dukungan yang datang untuk jagoan mereka dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurutnya hal itu gampang dibantah lewat menilik etika politik. PSI harusnya adalah pihak yang datang berkomunikasi langsung dengan PDIP. Apalagi mereka deklarasi kader dari partai tersebut.
Inilah yang dilakukan oleh Perindo dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hasilnya adalah kedua partai tersebut langsung dianggap sebagai bagian dari koalisi PDIP.
"Tapi, coba lihat bagaimana sikap Perindo dan PPP. Mereka datang, komunikasi, bukan sekadar cuap-cuap di medsos dan media elektronik. Susah ya begitu?" ungkapnya seperti dilansir pada Jumat (4/8).
Oleh karena itu, dirinya heran jika partai yang telah menjadi pemenang pesta demokrasi pada periode sebelumnya ini dianggap sebagai partai yang arogan.
Semua ini hanya terkait dengan etika berpolitik dalam mencalonkan sosok dari calon presiden alias capres dan calon wakil presiden alias cawapres dari partai lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan!
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap