/
Senin, 14 Agustus 2023 | 13:37 WIB
Prabowo Subianto ; Airlangga Hartarto ; Zulkifli Hasan ; Muhaimin Iskandar (Suara.com/Alfian Winanto)

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menduga banyak contoh ketidak selarasan antara para kader dan pimpinan dalam suatu partai politik (parpol) jelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.

"Jaman now, kader di bawah dan pimpinan kerap berjalan sendiri-sendiri," kata Gigin, dikutip Liberte Suara, Senin (14/8/2023), dari akun Twitter pribadinya.

Menurut Gigin, para kader tidak dapat dikendalikan hati dan pikirannya oleh para pemimpin meski mereka terikat statusnya dalam kepartaian tersebut.

"Hati dan pikiran mereka tak bisa dikendalikan oleh pimpinan," lanjutnya.

Karena itu, tutur Gigin, para kader mungkin akan mempertimbangkan memilih para pemimpin yang berkekuatan modal besar.

"Mereka tak akan memilih wakil kaum berduit," cuitnya dalam postingan itu.

Komentar Gigin merupakan respons atas deklarasi Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) dari Partai Gerindra.

Hal ini memastikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) bergabung bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra dalam satu koalisi.

Baca Juga: Reaksi Tak Terduga Inara Rusli Saat Dinilai Berpura-pura Tampil Seperti 'Extrovert' di Depan Kamera

Load More