Suara.com - Mengandung adalah anugerah terbesar bagi kaum Hawa. Tapi jika kehamilan itu tak diharapkan, masalah akan lain. Mendadak menjadi calon ibu memang akan memengaruhi banyak hal dalam hidup Anda. Tak hanya gaya hidup tapi juga perspektif hidup Anda. Anda tak hanya harus mempertimbangkan perasaan pribadi Anda, tapi juga berkompromi dengan reaksi pasangan, reaksi rekan kerja juga sikap keluarga.
Saat ini Anda mungkin tak mengharapkannya, tapi 'kejutan' ini tak harus membuat Anda depresi. Siap tak siap, cobalah menerima kehamilan ini dan ambil alih kontrol atas apa yang Anda alami. Anda memang tak merencanakannya, tapi Anda tetap bisa bersiap menyambutnya. Menerima kehamilan yang tak diharapkan memang bukan hal sulit, jika Anda cukup pintar untuk menyiapkan diri menjadi seorang ibu.
Dan berikut sejumlah tip yang bisa Anda lakukan jika tiba-tiba harus menjadi calon ibu.
Berusahalah tetap berbahagia
Kondisi emosi akan sangat berpengaruh pada janin yang Anda kandung. Usahakan untuk tetap merasa bahagia dengan menerima kejutan ini. Dukungan keluarga dan teman dekat sangat penting dalam kondisi ini, jadi jangan biarkan diri Anda menjauh dari mereka.
Sesuaikan jadwal Anda
Persiapkan diri menjadi seorang ibu dengan tanpa mengganggu rencana Anda. Coba cari alternatif yang dapat Anda lakukan meskipun Anda hamil.
Konsultasi kesehatan
Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang menjaga kesehatan kehamilan dan kesehatan janin. Cek kesehatan juga penting, jika selama ini Anda menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.
Beri tahu pasangan
Pikirkan bagaimana cara yang kreatif untuk menyampaikan berita gembira ini. Mungkin pasangan Anda sama-sama belum siap dengan kehamilan ini, tapi Anda bisa membuat dia siap dengan cara Anda.
Siapkan keuangan Anda
Jika sumber kekhawatiran Anda adalah masalah keuangan, Anda mulai bisa menabung dari sekarang. Potong pengeluaran yang tak perlu. Utang adalah pilihan terakhir, jika memang tak ada alternatif lain.
Susun rencana
Bicarakan dengan pasangan Anda apa yang akan Anda lakukan dengan di kecil. Ungkapkan semua rencana Anda dan minta dia mengungkapkan apa yang dia rasakan dan dia rencanakan.
Sesuaikan pekerjaan Anda
Jika alasan Anda menunda kehamilan adalah soal karier, yang harus Anda lakukan adalah bagaimana menyeimbangkan dua hal ini. Percayalah tak ada yang lebih membahagiakan di dunia ini, dibanding menciumi bayi mungil yang lahir dari rahim Anda sendiri. (Sumber: boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
3 Zodiak yang Hidupnya Diprediksi Membaik setelah 18 Mei 2026
-
Body Cream Fungsinya untuk Apa? Ini 5 Pilihan untuk Kulit Kering dan Kusam
-
Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Perawatan Pengencangan Non Invasif Hadir Lebih Nyaman
-
Kapan Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026 ? Simak Jadwal dan Cara Ceknya
-
5 Maskara Anti Badai yang Bikin Bulu Mata Panjang Seharian
-
Kiat UMKM Lokal Tembus Pasar Global, Belajar dari Transformasi Brand Herbal Indonesia
-
4 Body Creme Viva Cosmetics dengan Aroma Enak dan Manfaat untuk Kulit
-
Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya
-
8 Sabun Cuci Muka Mencerahkan Wajah di Alfamart dengan Harga Ramah di Kantong
-
Tak Hanya Angkat Isu Lingkungan, Teater Jaran Abang Terapkan Prinsip Berkelanjutan di Balik Panggung