Suara.com - Buku yang merangkum foto itu diberi judul NEWS singkatan dari north, east, south, west. Empat penjuru mata angin yang memberi petunjuk dan arah bagi siapapun yang membutuhkan. Judul ini dipilih untuk mewakili empat fotojurnalis yang karyanya dirangkum dalam buku ini. Menggambarkan empat gaya berbeda dalam berkomunikasi melalui foto-foto.
Dan foto-foto itu bukan diambil dengan sebuah kamera profesional yang menjadi 'senjata' mereka, melainkan dari telepon pintar di sela tugas mereka.
“Saat ini fenomena memotret dengan menggunakan kamera pribadi memang sedang marakmaraknya. Selain mudah dibawa dan dipergunakan, foto menggunakan smartphone tentunya dapat mengabadikan peristiwa-peristiwa yang tak terduga," ujar Mast Irham fotografer EPA yang karyanya dimuat dalam buku NEWS ini.
Selain Irham, NEWS juga merangkum karya fotojurnalis Dita Alangkara (AP), Ahmad Zamroni (Forbes Indonesia), dan Yuniadhi Agung (Kompas). Para fotografer itu menemukan keasyikan baru dan suasana berbeda yang muncul saat memotret dengan kamera ponsel, ringan, riang dan tanpa beban.
"Melalui kamera ponsel dapat terciptalah karya-karya yang tidak kalah daya saingnya dengan kamera profesional,” ujar Mast Irham tentang teknologi yang satu ini.
Sementara Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan Dita Alangkara, Ahmad Zamroni, Yuniadhi Agung dan Mast Irham adalah empat fotojurnalis yang mengabadikan momen dengan smartphone.
"Mereka berinisiatif mengumpulkannya dalam bentuk buku sehingga masyarakat awam bisa belajar melalui hasil karya mereka, dan kegiatan ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Dan selama sekitar 60 menit, di Jumat (2/5/2014) kemarin pengunjung Galeri Indonesia Kaya diajak mengenal lebih jauh tentang fotografi, khususnya fotografi dengan smartphone. Pengunjung bebas bertanya pada para parktisi di bidang fotografi, seperti Arbain Rambey (Kompas), Oscar Motuloh (Antara), dan Beawiharta (Reuters).
Fotografi bukan lagi tentang fotografi itu sendiri, tapi tentang telling the stories. Dan itu kini bisa dilakukan setiap orang. Dengan kamera ponselnya, mampu menghasilkan karya-karya yang tak kalah berdaya, unik, sekaligus menarik. Karena sebuah karya yang berbicara, apapun alat yang digunakan, adalah sebuah cara bagi seorang fotografer untuk berkomunikasi.
Berita Terkait
-
Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP
-
3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar
-
Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?
-
4 HP Spek Premium untuk Gaming Berat hingga Fotografi Kualitas Tinggi
-
134 Karya Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Lomba Fotografi Awan Cerah 2026 di TIM
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar