Suara.com - Menjalani hidup di sebuah kota besar, siapapun pasti akan merasakan kesibukan yang luar biasa di antara hari-hari yang dijalani.
Anda mencintai pekerjaan, memiliki kehidupan dengan teman-teman dan juga memiliki hubungan dengan pasangan Anda.
Lantas, bagaimana menyeimbangkan waktu antara teman dan dengan pasangan Anda?
Tak bisa dihindari bila membagi waktu antara teman dan pasangan adalah hal yang cukup sulit. Tak jarang, hal ini justru menimbulkan masalah di antara Anda, pasangan ataupun teman.
Salah satu di antara mereka kesal karena tidak diprioritaskan. Dalam menjalin hubungan yang sehat, seharusnya tidak menjauhi Anda dan teman secara signifikan.
Meski sulit, berikut adalah cara bagaimana membagi waktu antara teman dan pasangan:
1. Prioritaskan pasangan
Pasangan juga teman terbaik. Namun, mereka yang sudah menjadi teman Anda sejak lama, dari sebelum mengenal pasangan pun jangan dilupakan. Ada beberapa momen yang harus menempatkan teman sebagai prioritas, tetapi pasangan lebih sering diutamakan. Tetapi tetap memberikan pengertian pada sahabat Anda.
2. Jangan lupakan teman
Teman Anda telah menemani di saat terbaik dan terburuk dalam hidup. Pastikan Anda tetap ada untuk mereka meski sudah memiliki pasangan, terutama ketika mereka berada dalam saat-saat sulit.
3. Membuat perencanaan kebiasaan
Cobalah membuat sesuatu yang menjadi kebiasaan antara Anda, pasangan dan teman-teman. Misalnya saat pasangan sedang sibuk dengan pekerjaan dan Anda senggang, bisa dijadikan waktu 'curian' bersama teman-teman.
4. Ajak jalan bersama
Bila Anda memiliki waktu yang cocok antara teman dan pasangan, ajak mereka untuk jalan bersama. Misalnya sekadar makan malam atau nonton film. Ini bisa menjadi cara mendekatkan pasangan dengan teman-teman Anda dan menghindari pembagian waktu.
5. Membuat rencana yang tak terlupakan untuk teman atau pasangan
Apakah itu mengatur untuk melakukan spa atau hanya pergi untuk minum kopi, membuat sebagian besar waktu Anda habiskan dengan orang-orang yang khusus. (Female First)
Berita Terkait
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Kenapa Teman Dekat Tiba-Tiba Jadi Asing? Bukan Musuhan, Cuma Proses Pendewasaan
-
Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On
-
Menjaga Dapur Sendiri: ASEAN Butuh Aturan Latihan Militer Bersama
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan