Suara.com - Hal berbeda dan unik datang dari desainer ternama Indonesia, Didi Budiardjo.
Jika biasanya banyak desainer memilih untuk mempresentasikan karyanya dalam sebuah fashion show mewah, Didi justru memilih untuk membuat pameran di sebuah museum.
Setelah sebelumnya sukses memamerkan karya 25 tahun kreasinya, 'Curiosity Cabinet' pada Oktober 2014, ia kembali mempresentasikan kreasi kedua dari trilogi karyanya yang diberi nama 'Pilgrimage'.
Pameran yang akan berlangsung pada 15-26 Januari 2015 ini akan diadakan di Museum Tekstil, Jakarta.
Pilgrimage, kata Didi, adalah sebuah pengembaraan. Melalui pamerannya itu, ia akan mengajak pengunjung museum lebih memperhatikan museum kembali, karena minat pergi berkunjung ke museum kini tidak terlalu banyak.
"Semoga pameran ini bisa menarik banyak orang datang ke museum, dan melihat benda yang dipamerkan," ujar Didi dalam konferensi pers yang diadakan di Museum Tekstil Jakarta, pada Rabu (7/1/2015).
Pilgrimage memiliki narasi tentang pengembaraan Didi dalam perjalanan panjangnya selama 25 tahun berkarya, yakni dari 1989 hingga 2015.
Akan ada sekitar 70 set busana yang terdiri dari 300 exhibit atau benda pamer, termasuk aksesori serta kelengkapan lainnya yang akan dihadirkan dalam pameran kali ini.
Di Indonesia, lanjut Didi, museum masih menjadi tempat yang asing untuk dikunjungi, khususnya bagi generasi muda. Untuk itu, ia tak main-main mengemas pameran ini.
Didi menggandeng seorang Art Director Felix agar pameran ini dapat menjadi embrio penyemangat pecinta fashion Indonesia sehingga apresiasi terhadap fashion Indonesia pun semakin tinggi.
"Walaupun waktunya singkat, sebisa mungkin memberikan pameran yang lebih menyenangkan dan ringan dengan materi yang baik," ujar Felix dalam kesempatan yang sama.
Nantinya, tambah dia, pameran akan dikemas menjadi 14 ruangan. Di dalamnya, Felix berusaha mengeksplor setiap ruangan dengan cerita tersendiri.
"Saya akan benar-benar mengupas koleksi Didi dari awal hingga akhir. Kita sandingkan dengan tekstil dan benda-benda yang menjadi inspirasinya. Adapula koleksi dari teman-teman Didi, proses pembuatan pakaian secara halus, ruang dengan sketsa Didi melalui buku dan masih banyak lagi," jelas dia.
Dalam pameran ini, Didi juga memberikan penghormatan terhadap orang-orang yang berjasa di dunia mode Indonesia, dengan turut dipamerkannya karya-karya kolase desainer almarhum Pieter Sie, Iwan Tirta dan seorang editor mode, Muara Bagdja.
Beberapa desainer juga akan turut berpartisipasi membuat pameran Pilgrimage Didi semakin berwarna. Di antaranya adalah Susan Buihardjo, Adrian Gan, Eddy Betty, dan Sebastian Gunawan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama
-
Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali
-
9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kusam dan Pudarkan Flek Hitam
-
Bedak Apa yang Tahan 12 Jam? Cek 5 Rekomendasi Anti Luntur Berjam-jam
-
5 Sepatu Lari Murah Mulai Rp100 Ribuan yang Empuk dan Cocok untuk Pemula
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Pengeringnya Bagus
-
5 Sepatu Adidas Samba Termurah Harga Berapa? Ini Tipenya
-
Apakah Skin Tint dan Tinted Sunscreen Sama? Cek 5 Rekomendasi yang Bagus