- Parutan nanas muda atau remasan daun pepaya bisa melunakkan serat protein daging sapi.
- Teknik marinasi menggunakan bahan asam serta minyak mampu melembutkan tekstur daging.
- Cara seperti memukul daging dan penggunaan baking soda dapat memutus serat otot untuk mempercepat proses pelunakan.
Suara.com - Daging sapi supaya cepat empuk dikasih apa? Pertanyaan ini sering muncul ketika ingin mengolah daging sapi kurban menjadi sate saat hari raya Iduladha.
Untungnya, ada beberapa bahan alami dan trik sederhana yang bisa membuat daging lebih empuk dalam waktu singkat tanpa perlu direbus lama. Metode ini cocok untuk sate, steak, semur, tumis, atau masakan cepat saji lainnya.
Dengan bahan dapur sehari-hari, tekstur daging bisa jauh lebih lembut dan mudah dikunyah. Berikut ini cara agar daging sapi cepat empuk.
1. Parutan Buah Nanas Muda
Nanas merupakan salah satu pelunak daging alami paling ampuh karena mengandung enzim bromelin. Enzim ini bekerja aktif memutuskan serat-serat protein yang keras pada daging.
Caranya, parut nanas muda secukupnya, lalu lumurkan pada daging sapi selama maksimal 10–15 menit sebelum dimasak. Jangan merendamnya terlalu lama agar daging tidak hancur.
2. Remasan Daun Pepaya
Trik tradisional ini sudah terbukti efektif turun-temurun. Daun pepaya mengandung enzim papain yang memiliki fungsi serupa dengan nanas.
Cukup ambil beberapa lembar daun pepaya, remas-remas hingga getahnya keluar, lalu gunakan untuk membungkus daging sapi. Diamkan selama sekitar 30 menit, lalu bersihkan daging sebelum diolah.
Baca Juga: Kurban Tiga Sapi, Ayu Ting Ting dan Keluarga Pakai Baju Seragam Kuning di Idul Adha Tahun Ini
3. Marinasi dengan Asam dan Minyak
Campurkan perasan jeruk nipis/lemon, cuka apel, kecap asin, minyak zaitun atau minyak goreng, serta bawang putih halus.
Marinasi minimal 1 jam (lebih lama lebih baik). Asam dari jeruk dan cuka membantu melunakkan daging, sementara minyak menjaga kelembapan saat dimasak.
4. Pukul dengan Meat Mallet atau Pisau
Potong daging tipis melawan arah serat, lalu pukul-pukul dengan pemukul daging atau bagian tumpul pisau.
Teknik ini langsung mematahkan serat otot sehingga daging cepat empuk saat dimasak dengan api besar atau stir-fry.
5. Taburan Baking Soda (Sodakue)
Bahan pengembang kue ini bekerja dengan cara meningkatkan pH pada permukaan daging, sehingga mempersulit protein untuk mengikat erat.
Taburkan sedikit baking soda (sekitar 1 sendok teh untuk 500 gram daging), aduk rata, diamkan selama 20 menit, lalu bilas bersih sebelum dimasak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
Terkini
-
DPR Tak Perlu Tunggu Desember untuk Sahkan RUU Perampasan Aset
-
Siapa Ahmad Ramzy, Pengacara yang Bikin Ruben Onsu Jadi Tersangka
-
Apa Perbedaan Konduktor dan Isolator Panas Beserta Contoh Bendanya?
-
Jalur Rel Terkepung Massa Aksi DPR, Perjalanan KRL Tanah Abang Terhenti
-
Lebih dari Konflik Istana, The King's Warden Soroti Mirisnya Pendidikan Era Joseon
-
Bukan Cuma Bikin Kaki Kesemutan, Ini Risiko Terlalu Lama Duduk di Toilet
-
Massa Demo di Senayan Makin Ramai, Raker DPR Bersama Menkes Diakhiri Lebih Awal
-
Festival DEB Pertamina 2026 Perkuat Kolaborasi, Dorong Energi Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
-
Sudah Bukan Waktunya Berharap ke DPR! Parlemen Kini Hanya Tameng Prabowo
-
Menkes Ungkap Kendala Tangani Korban Gempa NTT, Warga Masih Pilih Pengobatan Tradisional