Suara.com - Bulan madu adalah sebuah momen yang tak akan pernah terlupakan oleh setiap pasangan yang baru saja menikah.
Banyak pasangan yang sudah jauh-jauh hari merancang bulan madu impian mereka. Namun, menurut Rachelia, Travel Manager travelanda.com, di Indonesia, bulan madu masih sering menjadi hal yang tak diutamakan.
"Kalau untuk market lokal, kami masih mengedukasi mereka tentang momen bulan madu. Berbeda dengan pasangan luar yang sudah menjadikan momen bulan madu sebagai satu rangkaian acara pernikahan," ujar Rachelia saat ditemui suara.com dalam acara Gebyar Pernikahan Indonesia 2015, di Balai Kartini, Jakarta, pada Jumat (23/1/2015).
Biasanya, pasangan-pasangan di Indonesia, lanjut dia, terlalu sibuk dengan prosesi adat dan acara keluarga setelah pesta pernikahan yang cukup memakan waktu.
Padahal idealnya, momen bulan madu dilakukan maksimal dua sampai tiga hari setelah pesta pernikahan.
"Banyak yang bilang, bulan madu bisa kapan saja. Padahal, yang namanya bulan madu, adalah momen di saat pertama kali bersama-sama berdua sebagai suami isteri," jelas Rachelia lagi.
Untuk itu, biasanya, kata dia, paket perjalanan yang disediakan untuk bulan madu adalah dengan pergi ke tempat-tempat yang tenang, private, dan intim, seperti Bali dan Lombok yang hingga kini masih menjadi destinasi favorit untuk bulan madu.
"Kalau Bali dan Lombok, infrastruktur untuk pasangan yang ingin berbulan madu itu sudah lebih siap. Seperti transportasi hingga villa pribadi. Sehingga momennya lebih dapet," tutur Rachelia.
Beberapa paket ditawarkan oleh travelanda.com, dengan kisaran harga Rp6 juta hingga Rp10 juta, dengan fasilitas seperti villa pribadi, kolam renang privat, spa privat, hingga makan malam romantis selama 3 hari 2 malam.
Pasangan dapat memilih lokasi di beberapa daerah, seperti Ubud, Nusa Dua, Seminyak, Jimbaran hingga Kuta untuk Pulau Bali. Sementara Gili Trawangan untuk Pulau Lombok.
Berita Terkait
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Scorpio Saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global
-
Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku
-
Ojol Nyamar Jadi Orang Kaya Demi Cinta, Film Free Wifi Sindir Telak Budaya Pamer Media Sosial!
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!
-
Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik
-
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya