Masyarakat Nusa Utara etnis Sangihe dan Talaud di Kota Bitung, Sulawesi Utara(Sulut), memiliki cara unik untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas perlindungan, keselamatan, limpahan rejeki dan kesehatan.
Ritual itu dikenal dengan adat tulude atau yang sering disebut dengan tolak tahun. Dan acar ini kembali digelar serentak pada Sabtu (31/1/2015) di 10 kecamatan di wilayah itu, sebagai bentuk syukur telah diberi keselamatan sepanjang tahun 2014 ini.
"Digelarnya pesta adat ini akan menjadi momentum sakral untuk warga dan masyarakat Nusa Utara yang sudah menjadi tradisi warga Bitung," kata Wali Kota Bitung Hanny Sondakh saat membuka pesta adat Tulude di Kecamatan Aertembaga.
Pesta adat Tulude dirangkaikan dengan pemotongan Tamo (Tumpeng) oleh seorang warga Nusa Utara yang dituakan sambil membacakan doa dalam bahasa Sangihe.
Meski jauh dari kampung halaman dan kini hidup di tanah rantau, masyarakat etnis Sangihe dan Talaud tetap menjalankan ritual adat tulude.
Hal ini merupakan kebiasaan yang dilakukan turun temurun sejak nenek moyang sebagai ekspresi ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa.
Adapun arti kata "Tulude" atau "Menulude" berasal dari kata Suhude, bahasa Sangihe yang berarti tolak. Sedangkan tulude berarti menolak atau melepaskan.
Sedangkan untuk tahun ini, gelaran Tulude di masing-masing Kecamatan Kota Bitung dihadiri oleh pejabat pemerintah setempat. Wakil Wali Kota Bitung Maximilian J Lomban, misalnya menghadiri tulude di Kecamatan Lembeh Utara, sedangkan Sekretaris Kota Bitung Edison Humiang di Kecamatan Matuari.
Usai pesta adat tersebut, masyarakat nusa utara yang berbaur dengan masyarakat dari berbagai suku termasuk Minahasa melanjutkan acara masamper atau kesenian Nusa Utara. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan