"Saya pernah memancing ikan Tuhu, hampir setengah hari baru tertangkap, karena setelah nyangkut di pancing dia bergerak terus dan harus kita ikuti. Baru setelah lemas, tenaganya habis bisa kita angkat ke perahu," kata Rusli, nelayan di Teluk Kiluan, sekitar 75 Km sebelah selatan Kota Bandarlampung.
Meski untuk mendapatkannya relatif sulit, namun harga daging ikan Tuhu relatif tidaklah mahal dan bisa didapatkan serta dinikmati dengan mudah di beberapa warung makan di Pesisir Barat.
Sebuah rumah makan sederhana di dekat pintu masuk Bandara Pekon Serai, Krui, Pesisir Barat, misalnya, jika nasib baik kita bisa mampir ke sana melihat langsung ikan Tuhu itu sedang dikuliti, diiris-iris dagingnya yang segar dan memerah, lalu selanjutnya dimasak sesuai pesanan pembeli, seperti digulai (sayur santan), digoreng, atau disate.
Harga satu tusuk sate ikan Tuhu juga tidak mahal, hanya sekitar Rp1.500 sampai Rp2.000 isi lima iris, atau Rp15.000 hingga Rp20.000/10 tusuk, tergantung besar dan banyak isi dagingnya.
Setelah disate, pembeli bisa memesan lagi sesuai selera, apakah akan menggunakan bumbu kacang atau kecap, pedas atau sedang, dan selanjunya akan dibungkus untuk dibawa pulang untuk keluarga, untuk oleh-oleh atau tidak.
Tentu, harga daging ikan Tuhu itu jauh lebih mahal ketika sudah sampai di Pusat Kota Bandarlampung.
Di Bandarlampung ada rumah makan yang menyediakan aneka steak, baik steak daging ayam kalkun, daging sapi, bebek, bahkan steak daging Ikan Tuhu, tentu dengan harga yang sudah mencapai puluhan ribu per porsinya dibandingkan di Krui.
Tidak itu saja, Pesisir Barat yang memiliki pelabuhan potensial dikembangkan menjadi Pelabuhan Samudera, juga memiliki sejumlah objek wisata budaya, kearifal lokal, wisata alam, taman nasional, seperti masih bertahannya ratusan hektare pohon dan kebun damar, yang memproduksi getah damar, salah satu komoditas ekspor andalan Provinsi Lampung.
Pada skala nasional, bahkan internasional, di Kabupaten Pesisir Barat terdapat objek wisata Pantai Tanjung Setia, yang amat digandrungi para wisatawan asing petualangan, karena memiliki ombak pantai yang tinggi dan panjang, sangat cocok untuk olahraga dan wisata selancar.
Pada bulan-bulan tertentu, banyak turis asing, baik dari Amerika, Australia, Belanda, dan lainnya yang berada di sana bukan hanya untuk satu atau dua tiga malam, tapi sekali datang bisa bertahan satu hingga dua bulan.
"Kalau lagi musim ombak, turis asing yang ke sini bukan hanya bermalam sehari dua hari, tapi bisa satu bahkan ada yang dua bulan," kata warga setempat, Rinaldi (50).
Para turis asing itu selain bermalam di tempat-tempat penginapan yang telah tersedia di tepi pantai sedemikian rupa, dan bisa mendengarkan deburan ombak selama 24 jam, juga banyak yang tinggal di rumah-rumah penduduk.
"Bahkan, bule-bule yang ke sini tidak membeli sepeda motor sendiri, tetapi menyewa motor-motor warga setempat untuk lalu lintas dan mengangkut papan selancarnya pergi dan pulang dari pantai, sehingga menjadi penghasilan tersendiri bagi warga setempat," kata warga Pesisir Barat lainnya, Taruna Jaya.
Aset Alami Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen akan mengembangkan Kabupaten Pesisir Barat dengan berfokus pada aset alami, yakni pengembangan pariwisata bahari, termasuk pembangunan marina dan konservasi hutan, serta tata guna lahan berbasis kehutanan dan pertanian.
"Basis kehutanan di kaki bukit Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan pertanian lahan basah dimanfaatkan di sepanjang pesisir pantai," kata Kepala Bappeda Lampung Fahrizal Darminto di hadapan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, awal Februari 2015.
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tatah 2026: Saat Ukir Jepara Naik Kelas dari Komoditas ke Karya Seni Dunia
-
Asal-usul Hari Buruh di Indonesia hingga Ditetapkan Jadi Libur Nasional, Sarat Perjuangan
-
Terpopuler: Sanksi Jika Terlambat Lapor SPT, Urutan Skincare Viva untuk Hempas Flek Hitam
-
5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna
-
15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos
-
5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois
-
BB Cream untuk Apa? Ini 5 Pilihan SPF Tinggi Biar Makeup Rapi dan Kulit Terlindungi
-
Pameran Vivienne Westwood & Jewellery 2026 Debut di Makau, Hadirkan Arsip Ikonis dan Sentuhan Punk
-
4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas
-
Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai