Banyak mitos yang berkembang terkait ibu menyusui (busui) atau air susu ibu (ASI). Beberapa di antaranya ternyata tak benar dan justru memicu kebingungan di kalangan busui.
Dalam dua artikel sebelumnya kita telah membahas delapan mitos tentang ibu menyusui. Tapi masih ada sejumlah mitos lainnya. Berikut mitos itu sebagaimana dikutip dari foxnews.com.
Mitos # 9: Banyaknya produksi ASI sama dengan jumlah yang dipompa.
"Setiap bayi selalu bisa mendapatkan lebih banyak susu daripada pompa bisa," kata Krista Gray, ahli laktasi dari Anderson. Gray menambahkan, beberapa perempuan dapat memenuhi freezer dengan ASI yang dipompanya, sementara yang lain hanya dapat memompa beberapa ons dan masih memiliki persediaan susu yang kuat. Untuk hasil optimal, ia menyarankan busui untuk memompa di tempat yang sama, di waktu yang sama, dan idealnya dengan bayi di dekatnya.
Mitos # 10: Menyusui bisa mengatur kelahiran.
Dalam banyak budaya tradisional, menyusui digunakan untuk mengatur jarak kelahiran. Meskipun dapat menekan ovulasi, tetapi itu bukanlah hal yang pasti. Hormon progesteron adalah satu-satunya 'pil' yang dianggap aman selama kehamilan.
Mitos # 11: Menyusui akan membuat payudara turun
Jika perempuan lain mengeluh ukuran cup bra mereka mengecil atau payudara mereka mulai melorot setelah mereka berhenti menyusui, jangan terlalu percaya. Karena tidak ada bukti bahwa menyusui bisa memicu hal itu. "Efek nyata pada jaringan payudara sebenarnya kehamilan dan membangun hingga ASI," kata Anderson.
Mitos # 12: Perempuan yang telah menjalani operasi payudara tak bisa menyusui.
Jika Anda sudah memiliki pengurangan payudara, rekonstruksi, implan payudara atau operasi payudara, masih ada kesempatan bagi Anda untuk menyusui. Tergantung pada jenis operasi yang Anda jalani, karena kelenjar penghasil susu atau jalur dari saluran susu ke puting mungkin ok, jadi coba konsultasikan dengan dokter.
Mitos # 13: Tak boleh minum saat menyusui.
Lupakan metode "pompa dan sampah". Ini bahkan tidak efektif karena jumlah alkohol dalam ASI Anda adalah jumlah yang sama yang ada di aliran darah Anda. Jadi jika Anda ingin satu gelas anggur, susi si kecil dan kemudian menikmati. "Hal yang sama berlaku untuk obat-obatan. Hanya, lebih berhati-hatilah saat menyusui," kata Gray. (foxnews.com)
Tag
Berita Terkait
-
Ampuh Hilangkan Flek Hitam, Bolehkah Ibu Menyusui Memakai Retinol?
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
5 Rekomendasi Krim Mengencangkan Payudara Mulai Rp60 Ribuan, Cocok untuk Ibu setelah Menyusui
-
5 Rekomendasi Kulkas Terbaik untuk Menyimpan ASI, Suhu Stabil dan Hemat Energi
-
5 Merk Vitamin untuk Ibu Menyusui Agar Tidak Mudah Lelah, Bantu Lancarkan ASI
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Asmara Lancar, Ini 5 Shio yang Diprediksi Beruntung 8 Februari 2026
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda
-
Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
-
Frame 50 Pas untuk Tinggi Badan Berapa? Ini 5 Rekomendasi Road Bike yang Cocok dan Anti Cedera