Suara.com - Sun Protection Factor (SPF) pasti sudah sering Anda dengar. Istilah ini selalu menyertai produk perawatan kulit Anda, khususnya body lotion atau tabir surya. Angka SPF dalam produk satu dengan produk lain,beragam dari yang terendah (6) hingga yang tertinggi lebih dari 50.
Semakin tinggi angka SPF, akan semakin tinggi pula tingkat perlindungannya untuk kulit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV)
"SPF itu kan ada yang low hingga very high, yakni 6 sampai 50+. Normalnya 25 untuk kegiatan sehari-hari. Semakin tinggi SPFnya, tentu semakin bagus. Tapi makin tinggi SPF, makin susah cari sun block yang nyaman," kata dr. Abraham Arimuko, seorang Dermatologis dalam gelaran kampanye Nivea 'Enjoy The Sunshine Goodness, di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015).
Namun Arimuko mengingatkan SPF dengan angka yang semakin tinggi bisa membuat kulit menjadi lengket dan berminyak. Hal ini tentu membuat siapapun yang memakainya menjadi tak nyaman.
Bahkan menurutnya, jika terlalu sering digunakan tabir surya dengan SPF tinggi bisa menimbulkan masalah pada kulit wajah, seperti jerawat. Hal itu disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori kulit oleh minyak yang menyerap kotoran, sehingga membuatnya tidak bisa bernafas.
"Jadi kalau mau pakai SPF yang tinggi, misalnya 50+, pilih produk yang benar-benar mengolahnya dengan nyaman. Makin tinggi SPF, biasanya akan semakin kental," ujar dia.
Meski fungsinya melindungi kulit dari sinar matahari, namun dia menekankan bahwa produk perawatan kulit yang mengandung SPF tak akan berpengaruh pada kurangnya vitamin D dalam tubuh seseorang.
"Jangan ragu pakai sun block setiap habis mandi, ke seluruh tubuh. Karena manfaatnya bagus untuk kulit. Setelah digunakan, berikan jeda waktu agar sunblock meresap," saran dr. Arimuko.
Pemakaian tabir surya sebaiknya dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan. Bila tidak memiliki banyak kegiatan di luar ruangan, normal SPF yang dibutuhkan adalah 25 hingga 30. Namun ketika ingin melakukan aktivitas outdoor, seperti olahraga, berjemur, ataupun ke pantai, gunakan SPF 30 hingga 60 yang anti air.
Berita Terkait
-
Sunscreen Tanpa White Cast Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal untuk Wajah Mulus
-
6 Rekomendasi Semprotan Tabir Surya SPF 50 untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Tak Lengket
-
5 Produk Sunscreen yang Bagus untuk Mencegah Flek Hitam, Tekstur Ringan Sesuai Review
-
5 Sunscreen Water Based yang Tidak Lengket di Wajah, Ringan dan Cepat Meresap
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah secara Permanen?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan