Beberapa tahun belakangan, warga Jakarta kian menggandrungi makanan penutup. Opsi kuliner yang berbau patisserie & dessert pun makin menjadi pilihan terutama di antara kaum muda.
Menjawab kebutuhan ini, kafe berkonsep patisserie&dessert pun bermunculan mencoba menangkap warga ibukota yang haus akan tempat hangout baru untuk sekadar berbincang ringan maupun menyantap makanan pencuci mulut ini.
Salah satu di antaranya adalah Sugabites Patisserie merupakan salah satu kafe yang marak dibicarakan sejak awal 2014 lalu ini menjual beraneka ragam makanan penutup dan pastry yang terletak di kawasan Jakarta Selatan tepatnya di Senopati, Kebayoran Baru.
Dengan konsep yang homey serta dengan dekorasi yang apik, membuat pengunjung merasa nyaman jika berlama-lama di sini.
Elsa, salah seorang pengunjung mengatakan, Sugabites nyaman banget untuk nongkrong.
"Dessertnya cocok dan minumannya juga enak, jadi Sugabites sudah jadi salah satu tempat kami saat istirahat atau pulang kantor," ujarnya.
Selain dekorasi, menu tentu tak bisa disepelekan. Dan untuk urusan ini, May Soesilo, pemilik sekaligus Pastry Chef Sugabites mengatakan, pihaknya tak sekadar memperhatikan rasa di setiap menu yang dihidangkan tapi juga tekstur serta keunikan.
“Lebih dari segalanya, kami menggunakan bahan alami sehingga lebih sehat," lanjut perempuan yang juga mantan Pastry Chef di Ritz Carlton Hotel, Half Moon Bay Amerika Serikat
Menu favorit? May menyebut Grandma spikoek dan Darren’s greenie.
“Khusus Grandma Spikoek. Resep sudah turun temurun dari nenek saya. Kue tradisional yang lebih dikenal sebagai lapis Surabaya tersebut dibuat dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga rasa maupun tekstur yang dihasilkan juga berbeda," kata lulusan culinary Cordon Bleu University ini.
Sugabites Patisserie yang pertama kali dibuka pada tahun 2005 di Surabaya ini juga menerima pesanan berupa kue ulang tahun maupun kue pernikahan yang dapat dibuat secara khusus loh!
Berita Terkait
-
10 Promo 17 Agustus 2026 di Restoran Mal, Ada Paket Makan Hemat Rp45 Ribuan
-
Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla