Kalsium dan sederet nutrisi lainnya dibutuhkan anak untuk membantu pertumbuhannya agar tetap optimal, tak hanya sehat tapi juga tinggi dan memiliki postur tubuh ideal. Faktanya, tinggi badan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri anak saat bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Hal ini diungkapkan oleh Astri Kurniati, ST, MAppSc selaku Nutrition and Health Science Manager dari Nutrifood Research Center. Menurut Astri, anak-anak yang tumbuh lebih tinggi memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih baik dibanding responden dengan tinggi badan standard atau di bawah standard.
Sebaliknya anak yang memiliki tinggi badan yang lebih pendek terkait dengan perasaan negatif dan sifat paranoid yang lebih tinggi.
Ia menambahkan, penelitian pada tahun 2004 juga menunjukkan perbedaan tinggi badan antara anak-anak yang mengonsumsi susu minimal 50 ml per hari dengan anak-anak yang tidak atau kurang mengonsumsi susu.
Selama tiga tahun penelitian, anak-anak yang mengonsumsi susu 50 ml per hari mengalami pertambahan tinggi 2.5 centimeter.
"Jadi memang orangtua harus memastikan tercukupinya kebutuhan kalsium anak. Karena kalsium merupakan mineral penyusun tulang paling besar. Kalau kalsium terpenuhi, maka kepadatan tulang dan tinggi anak lebih optimal," papar Astri di sela-sela Talkshow "Tumbuh Tinggi Gapai Mimpi bersama HiLo" di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Astri menambahkan bahwa dalam satu hari anak berusia 4-9 tahun membutuhkan 1000 mg kalsium per hari, sementara remaja usia 10-18 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1200mg/hari.
"Susu menjadi sumber tinggi kalsium, tapi perhatikan juga kandungan lemaknya. Susu full cream kandungan lemaknya bisa mencapai 3 kali lipat lebih banyak. Jadi sebaiknya pilih susu yang rendah lemak agar anak tidak menjadi obesitas," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri
-
Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak
-
8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Membaca Orang Tuaku Hobi Menghukum: Seni Mendidik Tanpa Melukai
-
Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar