Suara.com - Untuk menghormati kematian sang ibu yang meninggal akibat kanker payudara pada 1988, perancang busana Inggris, Stella McCartney, telah menciptakan bra mastektomi untuk perempuan yang pernah menjalani operasi tersebut.
Bra yang diambil dari nama almarhum ibunya, Linda Louise McCartney ini, memiliki fitur dengan kompresi double post-mastektomi, dengan katun lembut dan overlay putih dan detail resleting depan. Bra ini dirancang untuk mengurangi ketidaknyamanan selama proses penyembuhan setelah operasi.
"Kami ingin membawa sesuatu yang indah dan feminin, dari bra ke hal yang cukup tabu, yakni mastektomi. Mereka tetap memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, sesuatu yang tidak membuat mereka malu memasangnya," ujarnya.
Lebih lanjut Stella menambahkan: "Kami ingin perempuan tahu bahwa jiwa feminin mereka tetap ada, memiliki sensualitas, dan semua hal yang melekat pada seorang perempuan sehingga bagian tubuh Anda masih bisa terlihat cantik di luar dan dalam."
Bra mastektomi merupakan bagian dari kampanye eksklusif McCartney yang dirancang untuk mendukung peringatan Breast Cancer Awareness yang jatuh pada Oktober mendatang. Dan, untuk alasan yang baik ini Stella mengajak supermodel Cara Delevingne menjadi bintang kampanye tersebut.
Delevingne yang baru-baru ini mengumumkan pensiun dari dunia modeling, membuat pengecualian untuk kampanye ini. Melalui kampanye ini, ia ingin ikut meningkatkan kesadaran banyak perempuan terhadap penyebab kanker payudara.
Semua hasil dari penjualan bra seharga $ 125 atau sekitar hampir Rp2 juta ini, akan diberikan untuk pendanaan sebuah yayasan di London, yang concern dengan perempuan dengan kanker payudara dan keluarganya. (Times of India)
Tag
Berita Terkait
-
Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik