Suara.com - Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin kotanya tidak kalah dengan Jakarta untuk urusan fashion. Ia berkeinginan Surabaya maju di bidang fashion. Mantan Walikota ini kemudian menemui desainer muda yang namanya telah mendunia setelah meraih penghargaan di Couture Fashion Week di New York Amerika Serikat, Diana Muljono Putri di kawasan Dharma Husada Indah, Kota Surabaya, Selasa (6/10/2015)
Risma mengungkapkan kekaguman hasil karya kreatif warga Surabaya itu. "Ini hasil karya luar biasa, kebetulan saya suka memperhatikan fashion," ujar Risma saat mendatangi kediaman Diana.
Risma mengakui hasil karya Diana dalam mendesain tidak kalah dengan desainer lainnya di Indonesia, bahkan luar negeri. Mantan Wali Kota Surabaya ini mengaku bangga dengan prestasi Diana Muljono Putri.
Ia berharap Surabaya bisa melahirkan para desainer muda yang produknya luar biasa. "Selama ini 'kan untuk fashion identik dengan Jakarta. Ke depan, saya punya cita-cita Surabaya juga bisa menjadi Kota Fashion," katanya.
Ia mengatakan jika industri kreatif seperti fashion ini berkembang di Surabaya, dampaknya sangat positif terhadap dunia kerja karena untuk menyesaikan satu desain membutuhkan keterlibatan beberapa orang dalam satu tim.
"Di industri kreatif ini kan butuh pekerja banyak, seperti bagian bordirnya kemudian bahan-bahannya," terangnya.
Risma yakin industri kreatif di Kota Pahlawan ini akan terus berkembang asalkan menurutnya para desainer mempunyai keberanian dan percaya diri bisa berprestasi bukan saja di tanah air melainkan juga di dunia Internasional.
"Saya yakin desainer Surabaya akan bangkit dan berkembang menjadi besar," kata peraih Doktor honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Calon Wali kota yang berpasangan dengan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana tersebut mengungkapkan sebenarnya di Surabaya memiliki agenda pagelaran fashion yang diberi nama Surabaya Fashion Week.
Dengan keterlibatan Diana dalam event tersebut diharapkan bisa mengangkat nama Surabaya dan Indonesia. Bahkan, kegiatan tersebut bisa menjadi agenda fashion dunia.
"Mudah-mudahan, dengan Surabaya Fashion Week ini mbak Diana bisa mengangkat nama Indonesia dan Surabaya bisa menjadi agenda fashion dunia," katanya.
Diana Muljono Putri menyatakan rasa bangganya. Ia mengatakan, kebanggaan yang dirasakan bahkan melebihi saat dirinya memenangi event bertaraf Internasional pada 11 September 2015.
"Senang banget dikunjungi ibu (risma), ini melebihi kemenangan saya waktu itu," ujarnya.
Diana mengatakan sebenarnya dirinya telah lama menganggumi sosok Risma. Selain, wise (bijaksana), humble (ramah) menurutnya Risma juga sederhana dan decision maker.
"Saya kagum banget dengan ibu, saya merasa terhormat Ibu bisa datang ke sini," katanya kepada risma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard