Suara.com - Seorang pendaki Jepang, yang telah kehilangan seluruh jari tangannya akibat radang dingin (frosbite) dan yang berambisi menjadi orang pertama yang menaklukan Puncak Everest setelah longsor besar pada April lalu, terpaksa menghentikan pendakiannya hanya 700 meter dari puncak gunung tertinggi itu akibat cuaca buruk.
Nobukazu Kuriki, yang kini berusia 33 tahun, membatalkan niatnya untuk mencapai puncak gunung setinggi 8.850 meter itu akibat angin kencang dan salju tebal.
"Saya sudah mengeluarkan upaya terbaik, tetapi saya yakin tak akan bisa turun hidup-hidup jika ngotot untuk mendaki lebih jauh," tulis Kuriki dalam akun Twitter-nya pada Kamis (8/10/2015).
Di media sosial Twitter dan YouTube, Kuriki juga menggungah video puncak Everest di Pegunungan Himalaya Nepal, dari posisi terakhirnya sebelum memutuskan turun.
Biasanya musim pendakian Everest dan puncak gunung lain di Himalaya berlangsung pada Mei, tepat sebelum musim hujan. Tetapi ada juga pendaki yang naik pada musim gugur, setelah hujan salju mereda.
Adapun anggota-anggota komunitas pendaki di Kathmandu, ibu kota Nepal, mengatakan Kuriki memilih jadwal yang salah, terlalu terlambat, sehingga sangat berbahaya. Pada periode ini biasanya kawasan itu dilanda angin kencang - yang kekuatannya bisa menghempaskan manusia - dan memicu longsor.
Pendakian ini sendiri adalah upaya pertama Kuriki setelah ia kehilangan seluruh jari tanganya di gunung itu tiga tahun lalu. Saat itu dia terpaksa mengubur diri dalam lubang salju selama dua hari di ketinggian 8.230 meter. Suhu saat itu di bawah minus 20 derajat Celcius.
Meski cacat, dia tetap bisa menggemgam kapak es.
"Saya berterima kasih untuk semua orang yang mendukung," kata Kuriki.
Upaya Kuriki sendiri sempat menjadi harapan Nepal untuk membangkitkan kembali industri pendakian, setelah longsor pada April menewaskan 18 pendaki. (Reuters)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Toyota Jadi Mobil Andalan ISIS, Amerika Gerah
Stres Membuat Gadis Ini Bersin Ribuan Kali Sehari
Alasan Luna Maya Ogah Punya Anak
Netizen Marah, Restoran Ini Hargai Sepiring Udang Rp3.4 Juta
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam
-
Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini
-
Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik
-
Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet