Suara.com - Sebanyak tujuh mimpi atau cita-cita rakyat Bali telah disimpan dalam Kapsul Waktu 2085 yang dokumennya ditandatangani Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di Denpasar, Sabtu (14/11/2015).
Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW) 2085 berupa kapsul berbahan stainless dengan diameter sekitar 30 sentimeter, tiba di Bali, Sabtu, dengan disambut langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Wagub Bali Ketut Sudikerta.
Sudikerta dalam kesempatan itu menyampaikan tujuh mimpi atau cita-cita rakyat Bali yang dimasukkan dalam kapsul itu antara lain terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berbudaya, disiplin, tertib dan unggul melalui program pendidikan gratis dan merata.
Selanjutnya, Bali juga mencita-citakan terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba melalui pembangunan fasilitas dan layanan kesehatan memadai serta menjadikan Bali sebagai rujukan kesehatan internasional.
Rakyat Bali juga bercita-cita agar masyarakatnya dapat berkiprah dalam percaturan bisnis nasional hingga internasional dan terbangunnya hubungan harmonis antara alam lingkungan dan manusia yang berbasis Tri Hita Karana yang terimplementasi pada ketersediaan air keran langsung minum serta lestarinya flora dan fauna asli Bali.
Rakyat Bali juga memiliki cita-cita terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat nusantara serta terwujudnya pemerintah akuntabel berlandaskan hukum yang adil dan wibawa sehingga masyarakat merasa terlindungi di negaranya. Yang paling menarik, pada poin ketujuh, rakyat Bali ingin menjadi pemimpin nasional Nusantara.
"Kami menyambut positif program EKW 2085 yang digagas Presiden Joko Widodo. Kami berharap, mimpi rakyat Indonesia tidak hanya tersimpan begitu saja di Kapsul Waktu tersebut. Yang lebih penting, mimpi yang sudah dicatat dan tersimpan dalam Kapsul Waktu dapat menjadi spirit bagi masyarakat untuk berjuang mewujudkannya," ucapnya.
Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan menyinggung pentingnya gerakan menulis mimpi atau cita-cita. "Mungkin kegiatan ini terkesan remeh dan tidak perlu dilakukan. Tapi jika dimaknai, ini merupakan hal yang sangat penting dan menarik," ucapnya.
Dengan menuliskan cita-cita atau mimpi, tambah Anies, tiap individu akan dipaksa berpikir tentang masa depan dan berusaha untuk meraihnya. Harapannya, gerakan nasional ini diikuti tiap individu dengan menuliskan impian masing-masing.
Ketua Nasional EKW 2085 Jay Wijayanto menyebut program ini merupakan gagasan Presiden Joko Widodo serangkaian memperingati 70 tahun Indonesia merdeka dan menjadi bagian penting dari gerakan "Ayo Kerja".
Kapsul waktu ini nantinya akan menyimpan 7 mimpi atau cita-cita masyarakat dari tiap daerah. Mengawali ekspedisi pada 10 Maret 2015 di Sabang-Banda Aceh, kapsul waktu terus bergerak dan telah melewati seluruh provinsi di Pulau Jawa hingga tiba di Bali pada pertengahan November ini.
Menurut Jay, ekspedisi kapsul waktu dijadwalkan berakhir di Merauke dan disimpan pada sebuah museum. "Kapsul ini akan dibuka pada tahun 2085 oleh Presiden yang memimpin Indonesia masa itu," imbuhnya.
Tujuh mimpi rakyat Bali ini dirangkum oleh tim EKW daerah dengan melibatkan berbagai unsur dan dituangkan dalam dokumen "Sapta Cita Wangsa Bali".
Dokumen tersebut selanjutnya ditandatangani Wagub Sudikerta dan dimasukkan dalam sebuah kapsul kecil. Kapsul kecil tersebut dimasukkan kembali dalam kapsul besar yang nantinya menjelajah daerah yang belum dikunjungi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?
-
Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan
-
Susuri Rute Eksotis Sanur, Ribuan Pelari dari 13 Negara Bersaing di CK Run 2026
-
Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal
-
500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho
-
Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0
-
Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA
-
Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!
-
Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis