Suara.com - Adalah Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang berada di lereng utara pegunungan Dieng dengan ketinggian sekitar 800 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Berhawa sejuk dikelilingi oleh perkebunan teh, salah satunya milik perkebunan teh PT Pagilaran, masyarakat Desa Bismo hidup rukun satu sama lain, termasuk dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
Di Desa Bismo, terdapat mata air yang dinamakan sesuai desanya, yakni Mata Air Bismo yang menurut kepercayaan masyarakat setempat merupakan peninggalan walisongo, yakni Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang.
Saking keramatnya, masyarakat Desa Bismo dan sekitarnya tidak berani mengambil air di mata air itu, sampai pada 1995 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang membangun instalasi perpipaan.
Meski PDAM Kabupaten Batang sudah memanfaatkan mata air Bismo untuk menyuplai air bersih mulai 1997, sampai sekarang pun masyarakat setempat masih belum berani mengambil air di mata air yang disucikan itu.
Kekeramatan mata air Bismo, dibenarkan Neman Surono, mantan Kepala Desa Bismo yang memelopori pelestarian lingkungan, utamanya mata air yang ternyata banyak terdapat di daerah berpenduduk 900 jiwa itu.
"Warga memang tidak mengambil air dari mata air Bismo. Selain keramat, letaknya juga di bawah dan warga tidak punya pompa untuk menyedot. Ada lagi mata air Pucung. Yang ini dimanfaatkan warga," jelasnya.
Neman kemudian mengajak untuk melihat mata air Pucung yang diambil dari nama pohon Pucung atau Keluwak yang dulunya banyak terdapat di daerah itu, namun sekarang ini sudah habis karena penebangan.
Pohon Pucung yang kerap dimanfaatkan untuk memasak rawon itu ternyata mengandung filosofi, yakni "Luput Ngacung" dari bahasa Jawa yang berarti siapa yang bersalah harus mengacungkan jari (mengaku).
"Dulu, jangankan menebang, mendekati saja warga tidak berani karena meyakini pohon itu ada penunggunya. 'Kesaktian' mata air ini juga masih dimanfaatkan sampai sekarang untuk mengetes kejujuran," tuturnya.
Di samping penebangan pohon, kelestarian alam di Desa Bismo pun terancam dengan semakin menurunnya debit mata air, baik Pucung maupun Bismo, diperparah dengan musim kemarau berkepanjangan setahun ini.
Kondisi itulah yang menggerakkan Neman untuk mengajak warga sekitar melestarikan mata air, ekosistem lingkungan, dan kearifan lokal di Desa Bismo, salah satunya melalui pembuatan peraturan desa (perdes).
Neman mendapatkan dukungan dari masyarakat, antara lain Sugi yang menjabat sebagai Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bismo, Kepala Desa Bismo Agus Sugiarto, dan warga Desa Bismo tentunya.
Gayung bersambut, USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) memfasilitasi dana untuk membangun sumur resapan dan PDAM Kabupaten Batang membantu pembangunan jamban sehat di daerah itu.
Direktur Utama PDAM Kabupaten Batang Yulianto mengakui mata air Bismo sebagai sumber air baku yang paling besar kontribusinya, yakni sampai 40 persen untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat Batang.
Berita Terkait
-
Pelajaran PPKn vs Realita Politik: Mengapa Kita Merasa Ada yang Salah?
-
Listrik Gratis dari Air: Rahasia Desa di Kulon Progo yang Tetap Menyala Saat PLN Padam
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Dwigol Bellingham dan Mental Juara Inggris yang Kian Matang ke Semifinal
-
5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko
-
Foundation Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless
-
Cushion Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda
-
Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Bruntusan? Ini 6 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
-
Cek Feng Shui Kamar Tidur Anda, Bisa Jadi Penyebab Rezeki Seret dan Lelah Terus-menerus
-
Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik
-
Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea
-
Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman dan Ampuh untuk Kulit Berjerawat?