"Prakk!", kegaduhan yang berasal dari palu dan penjapit kepiting menjadi latar suara yang khas di gerai ini. Suasana menjadi sangat seru ketika disusul dengan gelak tawa dari kerumunan pengunjung yang datang.
Soal menu, porsi kepiting yang disajikan di Cranky Crab pun bervariasi. Mulai dari porsi medium (5-6 ons) yang bisa dinikmati untuk 2 orang. Juga ada porsi besar (7-8 ons) yang bisa dinikmati untuk 3 orang.
Sedangkan porsi ekstra besar (1 kilogram) untuk 5 orang, dan sangat-sangat besar alias giant (di atas 1 kilogram) bisa untuk 6-7 orang.
Berbagai porsi kepiting ini diolah dengan berbagai varian saus yang dapat dipilih pengunjung. Ada, saus Asian addict yang merupakan perpaduan bawang putih dan bumbu rahasia ala Cranky Crab; Lemon pepper juice dengan after taste yang gurih dengan sentuhan lemon yang menggoda.
Berbicara soal menu favorit, saus blackpepper dengan citarasa pedas dan gurih dari lada hitam menjadi primadona di gerai ini.
Saus dalam menu kepiting ini juga nikmat ketika disandingkan dengan camilan lainnya seperti mantau goreng.
Selain sajian kepiting yang menjadi menu andalan Cranky Crab, Anda juga layak mencicipi lezatnya Gyutandon egg. Dalam menu ini Anda bisa merasakan gurihnya lidah sapi yang dimasak bersama scrambled egg dan nasi putih.
Bagi yang tak doyan kepiting, tersedia pilihan kudapan lainnya seperti Mix bag. Campuran lobster air tawar (crayfish), kerang kepa, kerang hijau, udang, jagung, sosis, dan kentang bersatu dalam satu porsi ini.
Lantas minumannya apa? Cranky flying beer' menjadi menu andalan gerai ini. Bir rasa buah disajikan dengan botol bir terbalik dengan tiga rasa, yakni green fairy, citrus mojito, dan tropic thunder.
Bagi anda yang yang ingin mengadakan meeting, pesta atau kumpul keluarga, Cranky Crab menyediakan VIP room berkapasitas lebih dari 20 orang. Harga yang dibanderol pun bervariasi mulai Rp30-550 ribuan untuk makanan dan Rp10-100 ribuan untuk minumannya.
Berita Terkait
-
10 Promo 17 Agustus 2026 di Restoran Mal, Ada Paket Makan Hemat Rp45 Ribuan
-
Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik