Suara.com - Tambang garam raksasa yang tersimpan di perut bumi Kota Realmonte, bagian selatan Sisilia, Italia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tambang garam di pulau terbesar di Laut Mediterania ini memiliki terowongan sepanjang 25 kilometer dan berada di kedalaman 100 meter di bawah tanah.
Realmonte mampu menghasilkan sekitar 500 ribu ton garam setiap tahun, dan memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Wilayah ini diyakini memiliki cadangan garam lebih 100 juta ton.
Berkunjung ke sana, Anda akan disuguhi dinding tambang garam yang secara alami dihiasi oleh ukiran dari lapisan batuan berwarna gelap dan terang dalam pola lingkaran konsentris. 'Ukiran' ini diperkirakan terbentuk sekitar 5 juta tahun yang lalu oleh deposisi garam ketika air laut menguap dan meninggalkan sejumlah besar garam sebagai endapan. Para ahli menyebut, selama periode ini Laut Mediterania mengalami siklus pengeringan, yang oleh ahli geologi sebut sebagai Messinian salinitas crisis.
Ini ditandai oleh prekursor dari Selat Gibraltar telah tertutup hingga Laut Mediterania seakan terblokir dari Atlantik, yang mengakibatkan peningkatan kadar garam air.
"Suhu membuat uapan yang dapat mempengaruhi jenis garam yang mengendap, artinya berbagai jenis garam terbentuk selama musim dingin dan musim panas," jelas The Earth Story.
Terang dan gelap garam yang terlihat di dinding tambang itulah yang menandai garam yang dihasilkan di musim panas dan dan musim dingin. Siklus musiman yang dikenal sebagai varves di
dunia geologi ini, menciptakan pola yang menarik.
Selain keajaiban alam, Realmonte Salt Mine juga memiliki sebuah gereja yang tertanam jauh di dalam perut bumi lengkap dengan altar, lukisan dan salib. Semuanya diukir dari garam oleh para pekerja tambang.
Tapi jangan berpikir jika gereja ini hanyalah kapel kecil. Karena gereja ini mampu menampung hingga 800 orang. Setiap tahun pada awal Desember, upacara diadakan di gereja bawah tanah
untuk merayakan hari Santa Barbara, yang dipercaya sebagai pelindung pekerja tambang. (amusingplanet.com)
Berita Terkait
-
Di Antara Lembah dan Puncak: Jalur Menuju Annapurna Base Camp
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Wisata Alam di Kawah Gunung Kelud: Menikmati Puncak Tanpa Pendakian Berat
-
Menikmati Jakarta Setelah Senja: Lights Wonderland Hadirkan Wisata Malam di Tengah Mangrove PIK
-
7 Tempat Wisata Alam Indah yang Tersembunyi di Pulau Jawa
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET
-
Terjebak Pregnancy Beauty Standard: Saat Tubuh Ibu Hamil Dijadikan Komoditas Estetika
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Kubu Jokowi Tegaskan Sidang Dokter Tifa Bisa Lanjut Meski Dakwaan Batal: Jaksa Tinggal Perbaiki
-
Ulasan Pride and Prejudice: Kisah Cinta Klasik yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Rupiah Berbalik Melemah pada Kamis Sore, Harga Minyak Jadi Biang Kerok
-
5 Pilihan Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Biar Rezeki Lancar dan Tidak Stres
-
Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang
-
Wajib Kalahkan Kamboja, Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali