Foto / Lifestyle
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:00 WIB
Pendaki melintas di depan penginapan Himalaya View Guest House di jalur trekking Annapurna Base Camp, Nepal, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Deretan lonceng kuningan dan bendera doa khas Tibet menghiasi salah satu sudut tempat suci di jalur pendakian menuju kawasan Himalaya, Nepal, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Papan nama Annapurna Approach Lodge terlihat di jalur trekking Annapurna, Nepal, Rabu (27/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Stupa Buddha berdiri di kawasan Chhomrong, Nepal, yang menjadi salah satu titik persinggahan bagi pendaki di jalur menuju Annapurna Base Camp, Kamis (28/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Pendaki melintasi batu prasasti dan stupa peringatan bagi para pendaki yang gugur di kawasan Annapurna Base Camp, Nepal, Rabu (27/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Papan informasi menyambut para pendaki di kawasan Annapurna Base Camp, Nepal, yang menjadi salah satu destinasi trekking populer di Pegunungan Himalaya, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Pendaki berfoto di depan penanda Annapurna Base Camp (4.130 mdpl), Nepal, setelah menyelesaikan perjalanan trekking di kawasan Pegunungan Himalaya, Kamis (28/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Seorang pendaki berjalan di area penginapan dengan latar belakang dinding es berselimut kabut di jalur trekking Annapurna Base Camp, Nepal, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Bendera doa berwarna-warni berkibar di atas pos peristirahatan pendaki dengan latar belakang puncak gunung bersalju di Nepal, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Seorang pendaki wanita menatap pemandangan dinding gunung bersalju dan gumpalan awan dari balik jendela sebuah penginapan di kawasan Himalaya, Nepal, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Kabut tebal memadati celah lembah di antara tebing batu dan puncak bersalju di sepanjang jalur pendakian menuju Annapurna Base Camp, Nepal, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]

Suara.com - Perjalanan menuju Annapurna Base Camp (ABC) di Nepal menyuguhkan panorama alam yang beragam, mulai dari perbukitan hijau, hutan rhododendron, hingga lembah dan sungai pegunungan yang membentang di sepanjang jalur pendakian. Lanskap tersebut menjadi daya tarik utama bagi para pendaki dari berbagai negara yang ingin menikmati keindahan Pegunungan Himalaya dari dekat.

Memasuki ketinggian yang lebih tinggi, jalur pendakian menghadirkan pemandangan tebing-tebing curam hingga deretan puncak bersalju yang menjulang di kejauhan. Perubahan kontur dan ekosistem sepanjang perjalanan memberikan pengalaman visual yang berbeda pada setiap etape pendakian, sekaligus memperlihatkan kekayaan bentang alam kawasan Annapurna.

Selama perjalanan, pendaki melewati sejumlah desa pegunungan seperti Chhomrong, Himalaya, dan Machapuchare Base Camp yang menjadi titik persinggahan. Penginapan sederhana atau tea house di sepanjang jalur menyediakan tempat beristirahat sekaligus menikmati budaya lokal Nepal.

Kawasan Annapurna Conservation Area yang dilalui para pendaki juga dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Jalur trekking ini menjadi salah satu yang paling diminati di Nepal karena memadukan tantangan pendakian, panorama alam, dan kehidupan masyarakat pegunungan Himalaya.

Pendakian yang berlangsung pada 25–29 Mei 2026 itu berakhir di Annapurna Base Camp yang berada pada ketinggian sekitar 4.130 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi puncak-puncak Himalaya yang menjulang, kawasan ini menjadi salah satu destinasi trekking paling populer di dunia sekaligus simbol pencapaian bagi para pendaki yang berhasil mencapai titik akhir perjalanan. [Suara.com/Rizka Chaerani]

Load More