Suara.com - Ada banyak alasan mengapa perempuan mengenakan bra dengan ukuran yang salah, mulai dari ketidaktahuan, malu dengan ukuran aslinya atau kemalasan mendasar.
Padahal mengenakan bra yang tak tepat bisa menyebabkan masalah buruk bagi kesehatan.
"Kami telah melihat pergeseran di media dalam beberapa tahun terakhir ini, dengan adanya kampanye kesehatan payudara tetapi ternyata masih banyak perempuan yang tidak menyadari hubungan antara kesehatan payudara dengan mengenakan ukuran bra yang tepat," kata Elise Recour, Managing Director Gossard, salah satu produsen pakaian dalam dari Inggris.
Dan, berikut hal-hal yang bisa terjadi jika Anda mengenakan ukuran bra yang salah.
Kendur dan gesekan
"Bra yang terlalu ketat dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mengganggu sirkulasi darah, serta tentunya membuat rasa tidak nyaman," kata Recour.
Ini bukan hanya berlaku untuk payudara dengan cup yang besar, tapi juga mereka yang memiliki payudara kecil. Ukuran bra yang tidak dapat menyebabkan payudara kendur dan iritasi.
Sakit kepala.
"Bra yang tidak pas, akan membuat dukungan ke belahan dada berkurang, ini berarti leher dan otot-otot punggung atas harus bekerja lebih keras untuk mendukung berat payudara," jelas fisio dan osteopati Tim Allardyce dari Surrey Physio.
Ia menambahkan, saat otot leher terlalu banyak bekerja, Anda akan merasakan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah sakit kepala cervicogenic.
Sakit leher.
"Ini mungkin jarang terjadi pada mereka yang memiliki payudara kecil. Sebaliknya, mereka yang memiliki payudara besar, lebih rentan terkena penegangan otot leher. Jadi jika bra dipasang dengan benar, tentunya akan membuat dukungan yang baik, dengan mengambil berat payudara dan mendistribusikannya jauh dari leher," terang Allardyce.
Punggung kaku.
Bra yang tidak pas juga akan berpengaruh ke punggung. Bra yang terlalu ketat akan membatasi gerakan di punggung bagian atas, menyebabkan kekakuan pada tulang belakang dan pembatasan. Tulang belakang dirancang untuk bergerak, menekuk, memutar, tapi para ahli percaya bahwa bagian punggung yang sering terkena tali bra, sering memiliki kekakuan lokal di tulang belakang . Hal ini menyebabkan sakit punggung yang kemudian dapat berkembang menjadi nyeri punggung.
Sesak napas.
Anda akan merasa sesak napas jika bra Anda terlalu ketat, sebaliknya pernapasan Anda akan lebih baik jika bra Anda pas.
"Ada juga yang berpendapat bahwa bra yang terlalu ketat dapat membatasi pergerakan tulang rusuk," jelas Allardyce.
Bra yang tak pas, lanjutnya, juga lebih memungkinkan Anda untuk melibatkan otot leher untuk bernapas (dikenal sebagai otot inspirasi sekunder) sehingga dapat menyebabkan sakit leher.
Bra olahraga.
Jika pernah mencoba berolahraga dengan mengenakan bra normal atau tidak memakai bra sama sekali, Anda akan merasakan nyeri pada payudara.
"Bra olahraga yang dipasang dengan benar akan mengurangi gerakan hingga 83 persen (dibandingkan dengan kurang dari 35 persen yang diberikan oleh bra biasa). Bra olahraga dirancang khusus untuk tujuan mendukung payudara Anda tetapi hanya dapat melakukan ini dengan optimal jika dipasang dengan benar," pungkas Allardyce. (bt.com)
Tag
Berita Terkait
-
Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Viral di Bekasi, Dua Perempuan Kejar Pelaku Pelecehan Seksual hingga Diceburkan ke Got
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
-
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau
-
Cara Mengubah Pecahan ke Persen dengan Mudah: Begini Rumus dan Langkah-langkahnya
-
Review Deadpool & Wolverine: Kekacauan Multiverse yang Penuh Aksi dan Humor
-
Akhir Pekan Makin Hemat! Diskon Grab hingga Rp50.000 Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan