Suara.com - Petani buah naga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak mampu memenuhi permintaan pasar menjelang datangnya tahun baru Imlek.
"Menjelang Imlek memang permintaan buah naga meningkat tajam. Jika pada hari bisa permintaan hanya berkisar 25 kuintal, namun menjelang Imlek ini bisa mencapai 50 kuintal lebih," kata pemilik kebun buah Sabila Farm di Pakem, Sleman Gun Sutopo, Jumat.
Menurut dia, banyak permintaan buah naga dari beberapa daerah seperti Jakarta, Kalimantan, Sumatera dan sebagian di ekspor untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
"Selain itu dari wilayah Yogyakarta sendiri permintaan buah naga juga cukup tinggi," katanya.
Tak hanya di Sleman, petani buah naga di berbagai daerah seperti Jember, Malang, Pasuruan, Banyuwangi, Batam juga mengatakan permintaan meningkat. Tahukah Anda mengapa buah naga begitu ‘berharga’ menjelang perayaan tahun baru Imlek?
Buah naga atau dragon fruit begitu buah ini disebut, oleh masyarakat Tionghoa dianggap sebagai buah pembawa hoki atau keberuntungan yang senantiasa menghiasi altar pemujaan dewa menjelang Imlek.
Buah yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini, daging buahnya ada yang berwarna putih, merah, kuning, dan ungu dengan kulit bersisik mirip kepala naga dan batang tanamannya yang seolah sebagai ekor penuh duri. Penampakan unik inilah yang mungkin menyebabkan buah ini disebut buah naga.
Buah dengan genus Hylocereus ini sangat lekat dengan tradisi Tionghoa, walaupun bukan buah asli dari Cina. Bagi masyarakat Tionghoa, buah ini dipercaya membawa hoki atau keberuntungan yang senantiasa disajikan untuk para dewa. Saat perayaan Imlek, buah naga sering menjadi pendamping dua patung di meja altar persembahan bagi para dewa.
Tidak sekadar membawa hoki, buah yang berasal dari tanaman jenis kaktus ini juga dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Padahal awalnya, tanaman ini dulunya hanya dikenal sebagai tanaman hias.
Thang loy begitu buah ini disebut oleh masyarakat Tionghoa, mengandung banyak vitamin B1, B2, B3, C, zat besi, potasium, dan mineral lainnya dipercaya banyak memiliki khasiat bagi daya tahan dan metabolisme tubuh. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Mengetahui Shio Berdasarkan Tahun Lahir? Ini Penjelasan yang Mudah Dipahami
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam
-
3 Parfum Aroma Buah Naga yang Wanginya Manis Segar dan Bikin Nagih
-
Bank Rakyat Indonesia Gelar BRI Imlek Prosperity 2026, Pererat Relasi dengan Nasabah Top Tier
-
Potret Malioboro Tampilkan Harmoni dan Toleransi, Antara Ramadan dan Imlek
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan