Suara.com - Banyak orang tua merayakan ulang tahun anaknya dengan mewah dan meriah. Namun dengan kondisi ekonomi dan tuntutan kebutuhan yang semakin tinggi, perlukah Anda merayakan ulang tahun anak dengan mewah dan biaya yang besar?
Sebagian orang tua menganggap usia satu tahun adalah fase yang sangat penting. Itu sebabnya ulang tahun pertama dirayakan besar-besaran bukan atas kemauan sang anak, melainkan keinginan orang tua dan kakek-neneknya.
Menurut Rian Kaslan, EVP, Head of Wealth Management and Business Strategy Commonwealth Bank yang juga pegiat gerakan literasi keuangan perempuan Indonesia, WISE (Women Investment Series) merayakan ulang tahun Anak memang tak salah selama tidak berlebihan.
“Tidak ada salahnya merayakan ulang tahun bagi anak di usia dini, keputusan untuk merayakan ulang tahun ini memang sepenuhnya terserah pada kita sebagai orang tua” ujarnyanya.
Namun ia menambahkan, sebaiknya keputusan didasari pertimbangan yang bijak dan menyeluruh terhadap kebutuhan dan kondisi keluarga.
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan:
1. Tanamkan interaksi positif
Perayaan ulang tahun yang besar dan mewah tidak akan meninggalkan kesan dan pelajaran yang berarti bagi anak di masa depan, kecuali foto atau video kenangan perayaan ulang tahunnya. Perlu diperhatikan bahwa perayaan ulang tahun hanyalah momen pelengkap.
“Interaksi yang positif dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua dan si anak, tidak melulu dalam bentuk pesta besar-besaran. Artinya, penting bagi orang tua untuk membuat anak merasa disayangi, diperhatikan, dan memperoleh dukungan yang cukup.
2. Sesuaikan dengan Usia Anak
Jika Anda merasa merayakan ulang tahun anak merupakan momen penting yang tidak boleh terlewatkan maka sebaiknya perayaan disesuaikan dengan usia si anak. Jika anak Anda masih berusia di bawah empat tahun, pertimbangkan untuk membuat pesta kecil-kecilan saja yang hanya mengundang keluarga dan teman dekat.
Anak umumnya baru akan bisa mengingat dan memahami makna dari pesta ulang tahunnya ketika masuk pre-school dan memiliki teman-teman di sekolah. “Ketika anak masih berusia dini, uang untuk merayakan pesta justru bisa dialokasikan untuk keperluan lain, seperti biaya pendidikan atau pesta ulang tahun anak di usia yang tepat.” tambah Rian.
3. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan sekitar kerap memengaruhi pilihan dan keputusan kita. Untuk itu, jangan cepat terpancing dan cepat mengambil keputusan ketika melihat teman atau saudara yang mengadakan pesta ulang tahun anaknya secara besar-besaran. Tak ada salahnya Anda berpikir ulang sebelum memutuskan mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran untuk si buah hati. Anda memerlukan waktu untuk berpikir apakah sebuah pesta perayaan memang diperlukan, dan ada baiknya juga Anda mendiskusikan hal ini bersama pasangan terlebih dahulu.
Berita Terkait
-
Danamon Rayakan Semarak HUT ke-81 RI dengan Beragam Promo dari Merchant Favorit
-
Arthada Bawa Kembali Gaya 2016 di Perayaan Ulang Tahun ke-22
-
Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya
-
Apa Perbedaan HUT dan Dirgahayu? Ini Cara Penggunaan yang Tepat
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul