Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia menyapa pendukungnya usai laga melawan Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar/wsj]
BACA 10 DETIK
  • Pemain Timnas Indonesia menerima ancaman pembunuhan di media sosial usai lolos ke final.

  • John Herdman mengkritik keras aksi perundungan siber warganet yang merusak mental para pemainnya.

  • Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh dengan skor 9-2.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap persoalan serius yang dialami sejumlah pemainnya di media sosial. Selain perundungan, ada ancaman pemunuhan dialami pemainnya.

John Herdman menyampaikan hal tersebut setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda melaju ke partai puncak setelah menghancurkan Bangladesh 9-2 dalam pertandingan terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Potret Timnas Indonesia (Instagram/@timnasindonesia)

Di tengah euforia kemenangan besar tersebut, Herdman justru menyoroti perlakuan yang diterima para pemain di dunia maya.

Pelatih asal Inggris itu mengaku prihatin karena kritik terhadap penampilan pemain telah berubah menjadi hinaan dan perundungan.

"Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik," kata John Herdman usai laga.

"Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar," katanya.

Persoalannya tidak berhenti pada komentar negatif. Herdman kemudian mengungkap bahwa sejumlah pemain bahkan mendapatkan ancaman yang jauh lebih serius.

"Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan," ujarnya.

Herdman menilai kemudahan menggunakan media sosial membuat seseorang dapat melontarkan kata-kata kasar tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang yang menjadi sasaran.

"Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan," ucapnya.

Karena itu, Herdman meminta publik lebih berhati-hati ketika memberikan komentar kepada para pemain, terutama saat Timnas Indonesia berada dalam situasi sulit.

"Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia," kata Herdman.

Tambahan tiga poin membuat Indonesia mengoleksi tujuh poin. Skuad Garuda unggul produktivitas gol atas Malaysia yang juga mengumpulkan tujuh poin setelah menang 6-0 atas Singapura.

Timnas Indonesia pun berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dan akan menghadapi Thailand pada pertandingan puncak yang dijadwalkan berlangsung 5 Oktober 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com