Suara.com - Zaman dahulu, Gerhana Matahari merupakan mitos atau kejadian luar biasa yang sulit dicerna akal sehat. Sebagian ada yang mengaitkan fenomena alam ini sebagai kejadian yang menggambarkan kemarahan alam.
Di budaya Jawa, Gerhana Matahari digambarkan sebagai wujud kemarahan sosok raksasa Batara Kala yang menelan Sang Surya atau Dewa Matahari karena dendam.
Gerhana Matahari juga diyakini akan berpengaruh buruk kepada perempuan hamil. Untuk menangkalnya, ibu hamil diminta bersembunyi di bawah tempat tidur. Ada juga yang sengaja membunyikan panci demi menghindari makhluk menelan matahari.
Untuk menangkal hal tadi, ada yang memukulkan bantal ke pohon. Malah, dulu seorang anak kecil dilarang melihat ke langit saat gerhana terjadi karena khawatir mengalami kebutaan. Untuk menghindari itu, biasanya orang hanya diperbolehkan melihat gerhana lewat permukaan air.
Malah, ketika Gerhana Matahari Total melintasi wilayah Jawa, Sulawesi dan Papua pada 1983, pemerintahan Mendiang Presiden Suharto melarang masyarakat untuk melihat gerhana secara langsung karena dianggap dapat menimbulkan kebutaan.
Mitos ini juga berlaku di Eropa. Masyarakat Barat biasanya mengartikan Gerhana Matahari sebagai perwujuduan kemarahan para dewa.
Diberitakan sebelumnya, Gerhana Matahari Total (GMT) diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia besok, Rabu (8/3/2016). Sementara sebagian daerah lainnya akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian (GMS). (Dari berbagai sumber)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian