Suara.com - Gaji merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pegawai atau karyawan setiap akhir bulan. Pada dasarnya, gaji bulanan yang diterima adalah upah yang dibayarkan setelah Anda bekerja keras selama satu bulan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika gaji dimaksimalkan manfaatnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan Anda.
Tentutak ada yang mau hasil kerja kerasnya terbuang sia-sia. Namun gaya hidup konsumtif di perkotaan kerap menarik sebagian besar pendapatan Anda untuk kebutuhan sekunder, sehingga gaji seringkali sudah habis sebelum tanggal gajian berikutnya tiba. Jika gaji Anda kerap kali habis sebelum waktu gajian berikutnya tiba, Anda mungkin merasa gaji yang diterima kurang.
Menanggapi hal ini Rian Kaslan, penggiat gerakan literasi keuangan perempuan Indonesia, Women Investment Series (WISE) dan juga Executive Vice President, Head of Wealth Management and Business Strategy dari Commonwealth Bank Indonesia, menyarankan untuk mengatur pengeluaran.
“Pendapatan bulanan harus diatur dengan baik sebelum tiba saatnya menerima gaji tiap bulan, banyak orang mudah terlena setiap kali tiba saatnya gajian, sehingga banyak melakukan pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan,” ujarnya.
Rian menambahkan, pada intinya, mau gaji Rp 1 Juta ataupun Rp 10 Juta tiap bulannya tidak akan berpengaruh jika Anda tidak bisa cermat dalam mengelola arus kas pribadi Anda tiap bulannya.
Jika Anda kesulitan mengatur strategi pengelolaan keuangan, berikut ini empat tips pintar mengelola keuangan agar gaji tak cepat sekarat setiap awal bulan:
1. Sisihkan untuk tabungan
Jadikan menabung menjadi prioritas utama bagi Anda tiap bulannya. Besarnya persentase menabung setiap orang tentu berbeda-beda tergantung usia, status pernikahan hingga tanggungan anak. Idealnya 15 persen dari gaji setiap bulan, mengingat dalam satu dekade terakhir terjadi kenaikan harga barang yang cukup drastis di Indonesia.
2. Pilih kebutuhan daripada keinginan
Butuh atau ingin? Pernyataan ini sering kali terlupakan ketika hendak membeli suatu barang. Tak jarang hobi shopping yang Anda lakukan hanya memenuhi lemari. Supaya tak menyesal, ketika ingin membeli suatu barang saya sarankan untuk meminta pendapat dari orang terdekat Anda terlebih dahulu atau menunda membelinya dalam beberapa hari ke depan. Cara ini akan ampuh dalam membantu membantu Anda terhindar dari kebiasaan boros.
3. Buatlah anggaran belanja
Ingatlah selalu untuk tidak malas! Dengan menyusun anggaran belanja tiap bulan, Anda akan menyadari kebiasaan konsumtif yang biasa Anda lakukan. Oleh karena itu, catat semua pengeluaran rutin, yang mencakup anggaran primer (kebutuhan bulanan rumah tangga, tagihan air, listrik, uang transportasi dan sebagainya) dan anggaran tersier (shopping dan gaya hidup). Anggaran belanja akan mengajarkan Anda bagaimana Anda mengendalikan uang, bukan uang yang mengendalikan Anda.
4. Bunuh kebiasaan gengsi
Penampilan memang kadang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Akibatnya, pola pikir ini mempengaruhi Anda untuk membeli barang bermerek dan mahal demi menunjang penampilan. Jangan segan melepas gengsi itu dan membiasakan hidup sederhana.
Berita Terkait
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim
-
Prabowo Akui Gaji Guru Kurang, Lapangan Kerja Sedikit
-
Prabowo Ungkap Prioritas Gaji Guru, PNS, dan Layanan Kesehatan
-
Apakah Sertifikasi Adalah Solusi untuk Segala Beban Guru?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Korban Tewas KLM Nurul Salsa Bertambah, Dua Jenazah Perempuan Berhasil Diidentifikasi
-
Ramai Postingan Kurir "Ngelas", Ternyata Ini Maksud Sebenarnya
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Puncak Harlah PKB ke-28 Jadi Ajang Kumpul Elite Politik, Prabowo dan Gibran Juga Hadir
-
Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Belajar STEM Sejak Dini Bantu Anak Jadi Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Cara Memilih Shade Bedak Sesuai Warna Kulit agar Hasil Makeup Tampak Natural
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan