Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menginginkan agar promosi museum dilakukan dengan cara baru seperti iklan operator seluler atau produk komersil lain lewat pesan singkat atau SMS.
"Kalau kita lewat di depan (Mall) FX pasti dapat SMS, produk ini lagi diskon beli ini dapat diskon. Kenapa nggak promosi museum dengan cara seperti itu," kata Hilmar di kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (25/4/2016).
Menurut Hilmar, promosi museum perlu dilakukan dengan cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
Dia mengatakan kerja sama bisa dilakukan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan sejumlah perusahaan operator telekomunikasi untuk mewujudkan promosi museum lewat SMS.
Hilmar mencontohkan, promosi via SMS tersebut bisa dikirimkan pada orang-orang yang baru saja mendarat di bandara atau memasuki kota-kota yang memiliki wisata museum agar masyarakat mengetahui dan ada keinginan untuk mengunjungi museum.
Selain itu, lanjut dia, dalam pesan singkat tersebut sebaiknya ditambhkan tautan ke situs yang menjelaskan informasi mengenai museum yang ada di suatu kota.
Dengan begitu diharapkan pengetahuan masyarakat tentang museum yang ada di sekitarnya meningkat dan berakhir pada kunjungan.
"Ini kan hal kecil tapi punya efek yang luar biasa," kata dia.
Hilmar tidak memungkiri bahwa saat ini minat masyarakat terhadap museum perlu ditingkatkan. Selain melalui promosi kepada publik, museum juga harus berbenah diri dengan revitalisasi serta perbaikan manajemen dan pemasaran. (Antara)
Berita Terkait
-
Museum Bank Indonesia Simpan Uang Antik Hampir 200 Tahun, BI Siapkan Transformasi ke Era Digital
-
Family Treasure Hunt 2026: Berburu Harta Karun Bersama Keluarga
-
Mengenal Apa Itu Museum Date, Kencan Elegan ala Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi
-
Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,
-
Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas