Foto / News
Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal (kiri) bersama Kurator Oscar Matuloh melihat pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]
Pengunjung melihat karya pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]
Pengunjung melihat karya pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal (kiri) berfoto bersama sejumlah pewarta foto saat pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]

Suara.com - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal (kiri) bersama Kurator Oscar Matuloh melihat pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/8/2026).

Pameran foto yang menampilkan 65 karya dari anggota PFI tersebut merekam dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, dan PT PLN (Persero). Selain di Banda Aceh, rangkaian pameran "Prahara Pulau Emas" sebelumnya juga digelar di Yogyakarta dan Tanah Datar, Sumatera Barat.

Melalui foto tunggal dan foto cerita, pameran ini dihadirkan sebagai pengingat atas dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025, sekaligus mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap mitigasi bencana dan kelestarian lingkungan. [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]

Load More