Suara.com - Masyarakat Sumatera Barat memiliki tradisi unik menyambut datangnya bulan suci ramadan, yakni mandi balimau. Secara harafiah tradisi ini merupakan upaya membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.
Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar), menegaskan tidak ada tradisi balimau menyambut Ramadhan dalam syariat Islam.
"Tradisi balimau itu bukan bagian dari syariat ataupun tata cara menyambut Ramadhan," kata Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazhar di Padang, pekan lalu.
Ia menyampaikan Ramadan memang disambut dengan kegembiraan, namun jangan sampai melanggar syariat dalam mengekspresikannya.
"Apalagi dengan mandi-mandi dan membuka aurat. Ini tidak sesuai adat ataupun syarak, malah berdampak negatif terutama generasi muda," jelasnya.
Menurutnya, menyambut Ramadan itu ialah dengan memperbanyak amalan-amalah seperti puasa di bulan Sya'ban serta memperbaiki iman pada Allah dan rasul. Ia mengimbau masyarakat setempat meramaikan masjid serta majelis-majelis menjelang Ramadan.
Masyarakat juga perlu menambah wawasan mereka, baik itu terkait tata cara puasa ataupun memaksimalkan amal ibadah lainnya dalam Ramadhan.
"Hendaknya kan ada perbaikan moral ke depannya. Jadi hindarilah menyambut Ramadhan dengan maksiat atau hal-hal yang tidak dianjurkan," tambahnya. Selain itu, ia menyebutkan jangan sampai pemerintah setempat hanya memikirkan potensi bisnis dan pariwisata saja menjelang Ramadhan sehingga banyak pembiaran tradisi balimau.
Warga Padang, Adi (23) mengemukakan masih banyak masyarakat setempat yang masih memiliki pola pikir menyambut Ramadhan dengan tradisi balimau.
"Ini sudah sebagai suatu kebiasaan sehingga perlu imbauan serius dari pemerintah kota dan jika tetap terjadi harusnya ada peringatan terkait adat dan syarak," ujarnya. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
7 Parfum Wanita Tahan 24 Jam, Modal Receh Dapat Wangi Tercium dari Jarak Jauh
-
Dijamin Gak Gerah, Ini 5 Warna Baju Terbaik untuk Dipakai saat Cuaca Terik
-
5 Rekomendasi Bedak Tabur untuk Kulit Berminyak, Makeup Tetap Matte dan Fresh
-
7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
-
4 Cushion Wardah yang Bagus: Dilengkapi SPF dan Bisa Tahan hingga 18 Jam
-
Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang
-
Cuaca Panas? Ini 7 Pilihan Kipas Angin yang Bagus, Awet, dan Murah untuk Anak Kos
-
7 Parfum Pria Non Alkohol, Wangi Segar dan Kalem Tahan Lama sampai 24 Jam
-
50 Kata-Kata Paskah yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption, Ucapan, dan Renungan
-
5 Bedak Ketiak yang Bagus dan Anti Burket Harga Dibawah Rp35 Ribu