Suara.com - Beberapa makanan dan minuman mempunyai tanggal kedaluwarsa sebagai standarisasi sebuah produk. Tanggal kadaluarsa diberikan agar makanan dan minuman yang akan dikonsumsi masih dalam keadaan layak atau tidak.
"Penggunaan tanggal kedaluwarsa kadang membuat konsumen kebingungan, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang arti kadaluarsa yang sebenarnya," kata Don Schaffner, profesor ilmu makanan di Rutgers University.
Ia mengatakan tanggal kadaluwarsa sebagian besar didasarkan pada kualitas sebuah produk, tidak berdasarkan risiko kontaminasi, dan diatur oleh undang-undang yang tidak selalu didasarkan pada bukti ilmiah.
Berikut beberapa makanan dan minuman yang harus selalu diperhatikan tanggal kadaluwarsanya, karena cukup berbahaya untuk kesehatan Anda dan keluarga, seperti dlansir dari Prevention.
1. Makanan mentah
Mengonsumsi makanan mentah diyakini oleh sebagian orang dapat membantu sistem kekebalan tubuh lebih optimal seperti susu dan jus. Tapi, menurut para ahli keamanan pangan, makanan atau minuman mentah rentan terinfeksi bakteri patogen E.coli, karena tidak dipasteurisasi.
"Bukan hanya itu, susu yang tidak dipasteurisasi juga dapat menjadi tempat pertumbuhan listeria, bahkan di dalam lemari es sekalipun," kata Kathleen Kaca, dari Food Research Institute, University of Wisconsin-Madison.
2. Jus Sayuran Murni
Berbeda dengan jus buah yang memiliki perlindungan lebih baik terhadap patogen bawaan, jus sayuran segar yang tidak dicampur dengan jus buah akan lebih mudah terkontaminasi saat melewati masa kedaluwarsa, itu membuat jus sayuran tidak aman untuk diminum.
3. Minuman pasterurisasi dingin
Proses pasterurisasi dibagi menjadi dua metode, dapat dilakukan dengan suhu panas atau dingin. Dengan pasterurisasi (dingin) bakteri jahat dapat mati dan menjaga makanan layak dikonsumsi.
Namun, kekuranganya juga ada, selain tidak efektif lama memperpanjang masa konsumsi, juga dapat menghilangkan nutrisi yang ada. Teliti dalam memilih minuman yang ada di rak-rak pendingin supermarket terutama yang tidak mengandung buah.
4. Minuman dan makanan yang tidak tersimpan dengan benar
Apapun itu, makanan atau minuman yang Anda beli dalam keadaan suhu yang dingin, tidak akan mampu bertahan pada suhu yang normal. Saat Anda membeli bahan yang seperti itu, pastikan simpan dalam suhu yang sama saat membelinya.
Karena jika tidak, minuman atau makanan akan berubah jadi hal yang berbahaya untuk dikonsumsi. Para ahli keamanan pangan mengatakan bakteri akan mudah berkembang pada makanan dan minuman tertentu, jika tidak dalam suhu yang rendah (dingin).
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
5 Rekomendasi Moisturizer Terbaik setelah Eksfoliasi agar Wajah Mulus
-
5 Rekomendasi Shampoo Non SLS untuk Rambut Rontok, Bisa Juga Atasi Ketombe
-
Prabowo Gagas Gerakan Gentengisasi, Ini Plus Minus Genteng Tanah Liat vs Baja Ringan
-
Siapa Shio Paling Beruntung Besok 6 Februari 2026? Cek Peruntunganmu!
-
15 Rekomendasi Kado Valentine untuk Cowok, Dijamin Berkesan dan Berguna
-
Moisturizer Niacinamide Jangan Dipakai dengan Serum Apa? Ini Contoh Produknya
-
Apakah Sepatu Adidas Samba Boleh Dicuci? Begini Cara Merawat yang Benar
-
Baru Diluncurkan, Tiket Early Bird Cravier 2026 Habis dalam Sekejap
-
5 Rekomendasi Sepeda Keranjang, Nyaman dan Fungsional untuk Pemakaian Sehari-hari
-
Dari Komunitas hingga Internasional, Produksi Topi Lokal Ini Buktikan Naik Kelas