Suara.com - Indonesia Timur memiliki keindahan alam yang terkenal begitu eksotis. Namun sayangnya banyak wisatawan yang berpikir dua kali untuk mengunjunginya. Ini dikarenakan biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, kondisi ini terjadi lantaran tidak adanya penerbangan langsung ke beberapa daerah di Indonesia Timur, dan minimnya pesawat besar yang akan mengangkut para wisatawan.
"Contohnya NTT yang memiliki 21 kabupaten dan 14 kota, hanya memiliki dua bandara international, yang pertama di Kupang dan yang kedua di Komodo, Labuan Bajo. Selain dua bandara itu, pesawat untuk ke kota/kabupaten lain hanya bisa dengan pesawat kecil. Jadi ketika wisatawan banyak yang ingin datang, maskapai kesulitan mengangkut," ungkap dia saat peluncuran Festival Teluk Maumere, Selasa (9/8/2016) di Jakarta.
Bahkan hingga saat ini, lanjut Marius, tidak semua maskapai membuka rute penerbangan ke beberapa kota/kabupaten di NTT. Misalnya, pesawat tujuan Maumere yang hanya dilewati oleh dua maskapai, yakni Wings Air dan Nam Air.
Karenanya, Marius berharap pemerintah bisa turut memudahkan wisatawan yang ingin berwisata ke daerah-daerah di Indonesia Timur dengan membuka rute langsung, menggunakan pesawat berplat merah atau Garuda Indonesia.
"Hadirnya Garuda Indonesia itu meningkatkan kepercayaan wisatawan ketika ingin berpergian. Sekarang kalau mau ke satu daerah, orang lihat dulu, naik Garuda Indonesia bisa tidak. Ternyata rutenya belum ada, mereka tidak jadi berangkat. Jadi, kami berharap pesawat berplat merah ini dapat mengambil peran," kata dia lagi.
Tak hanya itu, lanjut Marius, untuk meraup wisatawan mancanegara, khususnya Australia, Selandia Baru, dan Timor Leste, pihaknya juga mengharapkan ada penerbangan langsung menuju Kupang dari Darwin dan Dili.
Ini dikarenakan menurut hasil pengamatan dan perbincangannya dengan beberapa steakholder dari negara-negara tersebut, banyak wisatawan mancanegera akhirnya enggan untuk berkunjung karena perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu.
"Ribuan wisatawan NTT itu datang dari Darwin dan Dili, karena letaknya memang perbatasan. Sekarang kalau mereka mau ke NTT, mereka harus ke Jakarta atau Denpasar dulu. Kita sangat berharap Garuda Indonesia bisa membuka penerbangan Darwin-Dili-Kupang agar perjalanan semakin mudah," tutup dia.
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan Cuma Bangun Gedung! Sekolah Rakyat Harus Fokus pada Kualitas dan Akses
-
Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto di Yogya Dirusak, Regulasi dan Status Lahan Dipertanyakan
-
Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi
-
Cara Sistem Tukar Baterai VinFast Hapus Kekhawatiran Pengguna Motor Listrik
-
Soal Kasus Yurizal, Menkes Kabinet Bayangan: Itu Mencerminkan Bahwa Sistem Kesehatan Kita Amburadul
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya
-
Kenyang Asam Garam, Alasan Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI
-
The Shawshank Redemption: Kisah Harapan dan Kebebasan di Balik Jeruji Penjara
-
Skin Tint Adalah Base Makeup yang Bagaimana? Ini 3 Rekomendasi dengan Hasil Flawless
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026