Suara.com - Berbicara soal tekanan di tempat kerja, akan ada dua tipe karyawan yang muncul. Yaitu mereka yang akan menjadi sangat stres sehingga pekerjaannya berantakan atau mereka yang justru menyelesaikan semuanya dengan baik.
Tapi sebagai pemimpin, tentu yang Anda inginkan adalah karyawan yang setidaknya mampu melewati fase tersebut. Anda dapat membantu mereka untuk menghadapi situasi di bawah tekanan ketika mengejar deadline. Anda bisa mengikuti lima cara agar memiliki karyawan yang mampu menghadapi tekanan dalam pekerjaan.
1. Mulai dari perekrutan
Anda tentu ingin merekrut orang yang berkompeten. Namun Anda juga perlu tahu apakah orang tersebut memiliki kemampuan untuk bekerja dalam tekanan. Untuk mengetahuinya, Anda bisa mengembangkan model pertanyaannya seperti, jenis lingkungan seperti apa yang Anda nikmati? Atau tipikal bos seperti apa yang bisa membawa Anda lebih maju?
2. Menghargai kinerja karyawan
Untuk membuat karyawan nyaman, terus awasi kinerja mereka. Apabila karyawan Anda memberikan hasil yang baik ketika dia mampu menghadapi tekanan, Anda bisa memberikan mereka imbalan.
Dengan begitu, mereka setidaknya memiliki motivasi ketika dihadapkan oleh suasana tersebut. Anda bisa memberikan bonus, makan gratis, atau waktu libur dari kantor.
3. Beri waktu cuti
Memberi cuti untuk karyawan Anda adalah hal yang baik. Sesekali Anda perlu melakukannya agar mereka dapat beristirahat dan menyegarkan diri dari pekerjaan yang membuat mereka stres. Bila mereka sudah melakukan pekerjaan mereka, berilah mereka waktu untuk berlibur agar produktivitas mereka tidak menurun.
4. Berikan fasilitas
Lakukan program kesehatan untuk alasan yang baik. Anda dapat melakukan ini untuk mengurangi stres di kantor. Misalnya, kelas yoga saat makan siang dapat memungkinkan karyawan untuk menyegarkan diri mereka. Demikian juga, makanan sehat yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga nutrisi bagi otak.
5. Pemimpin bisa mengendalikan lingkungan
Menjadi pemimpin dari suatu perusahaan, berarti Anda memiliki kuasa untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Stres di kantor bisa jadi bermula dari pemimpinnya.
Bila Anda tidak bisa mengatasi hal tersebut, yang tentunya wajar bagi Anda, maka buatlah lingkungan yang bisa membuat karyawan Anda berkembang. Disamping itu, Anda perlu membuat hubungan yang baik karyawan.
| Published by laruno.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan