Suara.com - Ada banyak cara untuk merayakan tahun baru 2017 yang akan datang beberapa hari lagi. Anda bisa berkumpul bersama keluarga, berpesta, berdoa, atau mungkin menghabiskan malam dengan menonton film lawas di kamar sendirian.
Tetapi sebuah perusahaan penyedia jasa penyewaan pesawat asal Belanda, PrivateFly, menawarkan sebuah cara unik. Anda diberi peluang untuk dua kali merayakan tahun baru 2017 di malam yang sama dengan cara melesat di udara untuk memutar balik waktu.
Dengan layanan PrivateFly ini Anda bisa dua kali mengalami pergantian waktu dari 2016 ke 2017 di dua kota berbeda: Sidney dan Los Angeles. Dua kota di benua berbeda ini punya selisih waktu 19 jam.
PrivateFly akan menyediakan jet Gulfstream G650 yang bisa membawa Anda dari Sidney ke Los Angeles hanya dalam 12 jam. Artinya, segera setelah Anda merayakan pergantian tahun di Sidney, jet PrivateFly akan membawa Anda ke Los Angeles untuk sekali lagi merayakan berakhirnya 2016.
"Dua kali merayakan tahun baru hanya bisa dilakukan dengan bergerak ke timur, melewati garis batas waktu internasional. Karena Bumi berotasi dengan kecepatan 1.038 mil per jam, maka waktu di Los Angeles 19 lebih telat dari Sydney, dan Anda bisa mengunjungi dua kota itu di malam yang sama," tulis PrivateFly dalam website resminya.
Paket perjalanan istimewa itu dimulai pada 31 Desember pukul 20.00 waktu Sydney, ketika para penumpang diajak berpesta di Sydney Opera House. Setelah merayakan pergantian tahun pada pukul 00.00 1 Januari 2017 di Sydney, para penumpang diajak naik pesawat pada pukul 02.00 dan melanjutkan pesta di udara.
Penumpang akan tiba di Los Angeles, AS pada tanggal 31 Desember, tepatnya pada pukul 19.00 waktu setempat. Sekali lagi Anda diberikan peluang untuk menikmati pergantian tahun di salah satu kota terbesar di AS tersebut.
Hanya saja perjalanan istimewa ini tidak murah. Tiket perjalanan itu harganya 151.000 euro atau sekitar Rp2,1 miliar.
Berita Terkait
-
Merayakan 1 Muharram, Semangat Hijrah yang Relevan dalam Dunia Usaha
-
Momen Sakral Penggantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram
-
Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa
-
Apa Saja Amalan Bulan Muharram? Ini Anjuran yang Sesuai Sunah
-
Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga