Suara.com - Cokelat merupakan salah satu makanan ringan yang disukai oleh hampir semua orang. Bahkan cokelat di Indonesia, saat ini sudah termasuk rasa yang paling populer untuk diaplikasikan ke dalam berbagai makanan dan minuman, seperti kue, hingga puding.
Tak hanya itu, cokelat juga memiliki manfaat lain dalam sebuah hubungan. Ya, menurut Psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Bona Sardo, M. Psi, cokelat dikenal pula sebagai lambang cinta, kepedulian dan persahabatan yang kuat.
Karenanya, makanan manis ini dianggap sebagai hadiah yang paling sempurna untuk diberikan kepada seseorang yang kita cintai.
Rasa manis cokelat, lanjut Bona, merupakan sesuatu yang positif. Ini dikarenakan cokelat dapat menciptakan suasana tertentu, seperti romantis, perasaan yang santai, serta kebersamaan.
"Kita tidak perlu ngomong apa-apa, tapi hanya dengan memberikan cokelat saja, itu sudah cukup mengekspersikan perasaan kita," jelasnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bona juga menjelaskan bahwa mengonsumsi cokelat sangat baik untuk suasana hati, karena penganan manis satu ini mengandung hormon endorfin.
"Cokelat juga punya hormon endorfin yang bisa menimbulkan rasa senang dan nyaman. Tapi tetap saja, segala yang berlebihan tidak bagus. Sebaiknya cokelat setelah makan malam, dimakan satu atau dua bar bersama anak dan keluarga. Jadi sambil berbagi, menikmati quality time," sarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan