Suara.com -
Generasi milenial pertama disebut dalam riset lembaga keuangan Amerika Serikat awal tahun 2010-an. Yakni Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley tahun 2011 dengan mengambil tema American Millennials: Deciphering the Enigma Generation. Tahun sebelumnya, 2010, Pew Research Center juga mengeluarkan laporan dengan judul Millennials: A Portrait of Generation Next.
Dari banyak literatur, generasi milineal adalah mereka yang berada di usia mulai 15 tahun hingga 34 tahun. Mereka yang disebut generasi milenial umumnya lahir antara tahun 1980-an hingga 2000-an. Di Indonesia, penduduk usia 15 tahun hingga 34 tahun mencapai sekiar 34% atau sekitar 78 juta jiwa, dari total jumlah penduduk Indonesia tahun 2017 sebesar 260 juta jiwa.
Salah satu gaya hidup yang menonjol di kalangan generasi milenial ialah pola konsumsi internet. Konsumsi internet mereka jauh lebih tinggi dibanding dengan kelompok penduduk yang usianya lebih tua. Ini menunjukkan ketergantungan mereka terhadap koneksi internet sangat tinggi.
Di bidang keuangan, generasi milenial menjadi kelompok konsumen yang paling banyak menjadi perhatian lembaga keuangan. Banyak produk keuangan yang mulai menyasar kepada mereka. Sebab itu mereka perlu melek keuangan, terutama mengatur keuangan pribadi dengan baik.
“Meski masih relatif muda, generasi milenial mulai perlu disiplin mengatur keuangan,” terang Riko Depari, Managing Director Halomoney.co.id.
Kamu termasuk generasi milenial? Kenali kebiasaan keuangan yang perlu kamu miliki agar kamu bisa menata keuangan pribadi dan keluarga, dan tentu saja meraih kesejahteraan. Kebiasaan ini diambil dari berbagai riset dan pengalaman tim Halomoney.co.id.
Mencatat Belanja
Mencatat belanja dan pengeluaran lainnya adalah langkah sederhana untuk memulai mengatur keuangan. Dalam sebulan, kamu bisa mengetahui di pos mana pengeluaran terbesarmu, dan pos mana yang sesuai dengan rencana keuangan. Kamu bisa mencatat pengeluaranmu setiap hari melalui aplikasi personal finance yang kini banyak bertebaran di Android dan IoS. Bisa juga kamu mengumpulkan struk belanja setiap hari dan mencatatnya seminggu sekali dalam buku catatan keuangan.
Membawa Makan Siang Sendiri
Ini mungkin terasa sepele, tapi sebenarnya bisa cukup menghemat pengeluaranmu dalam sebulan jika kamu lakukan setiap hari. Selain menghemat, tentu akan lebih sehat mengkonsumsi makanan yang kamu masak sendiri, bukan?
Menetapkan Tujuan Menabung dan Investasi
Di usia 20 dan 30 tahun, kamu seharusnya sudah menetapkan tujuan menabung. Kamu sudah memiliki rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang dengan menabung dan berinvestasi. Mulailah mempelajari cara berinvestasi yang aman dan menguntungkan. Dalam jangka pendek, misalnya tiga atau enam bulan, kamu merencanakan membelikan tempat tidur dan meja belajar si kecil. Atau dalam jangka panjang kamu mengumpulkan dana pernikahan.
Mulai Mengumpulkan Dana Darurat
Selain menabung, kamu juga perlu mulai mengumpulkan dana darurat dari penghasilan rutin. Tidak perlu dengan nilai besar, yang utama ialah kamu rutin kamu mengalokasikannya setiap bulan. Misalnya cukup Rp200.000 per bulan. Dalam satu tahun sudah terkumpul Rp1,2 juta. Seperti namanya, dana darurat untuk keperluan darurat yang tidak diantisipasi sebelumnya. Misalnya membantu keluarga yang sakit dan sejenisnya.
Memperbarui Kebutuhan Asuransi
Setiap tahun kamu perlu melihat kebutuhan asuransi yang harus kamu miliki. Jika saat ini kamu hanya memiliki asuransi pensiun yang dibayar bersama kantor, mungkin sudah saatnya memiliki asuransi lainnya. Misalnya asuransi perlindungan mendasar ialah asuransi jiwa. Asuransi ini untuk memproteksi ahli waris, seperti anak dan istri, jika sewaktu-waktu kamu, sebagai pencari nafkah, meninggal dunia atau mengalami kecelakaan. Pada intinya, kamu selalu memperbarui kebutuhan asuransi untuk dirmu atau orang terdekatmu.
Menyiapkan Tabungan Pendidikan Anak
Sebagian generasi milenial di usia 20-an tahun umumnya sudah menikah. Sudah sepantasnya mereka mulai menyiapkan tabungan pendidikan untuk anak. Apalagi jika kamu baru saja dianugerahi anak: tidak ada kata terlambat untuk menyiapkan tabungan pendidikan untuk si kecil. Semakin cepat kamu menyiapkan, akan semakin baik. Jika anakmu masih kecil, keuntungannya, kamu tidak perlu mengalokasi dana pendidikan dengan jumlah yang besar.
Mulai Menghasilkan Side Income
Menginjak usia 30 tahun, kamu sudah memastikan bidang yang akan kamu tempuh sebagai karirmu. Di samping itu, kamu perlu meluangkan sedikit waktu untuk memperkuat jaringan dan reputasi karirmu. Dari situ kamu dengan sendirinya mendapatkan side income. Misalnya side income sebagai pembicara, pengajar atau penulis. Atau kamu mulai mengerjakan hobi yang bisa mendatangkan side income. Saat di usia 40 atau 50 tahun, boleh jadi, side income ini akan semakin besar sehingga menjadi penghasilan utama kamu. Enak ya?
Berhenti Merokok dan Minuman Beralkohol
Menginjak usia 20 atau 30 tahun, kamu perlu memikirkan untuk berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Disamping untuk menjaga kesehatan saat ini, menghentikan dua kebiasaan ini juga untuk kesehatan dalam jangka panjang. Banyak asuransi yang mensyaratkan kamu tidak mengkonsumsi rokok. Jika tidak, premi kesehatanmu akan mahal. Atau paling buruk, klaim asuransimu akan ditolak. Dari sisi finansial, menghentikan dua kebiasaan ini memberikan keuntungan yang besar.
Selalu Mengevaluasi Keuangan
Setiap tahun kamu perlu mengevaluasi dan menghitung kondisi keuanganmu. Berapa banyak aset (tabungan, investasi, mobil, properti, dan aset lainnya) yang kamu miliki? Berapa banyak utang yang kamu miliki? Jika hasilnya asetmu masih lebih banyak dari utangmu, itu pertanda keuanganmu positif. Sebaliknya, jika utangmu lebih banyak, itu tanda kamu harus membuat strategi keuangan khusus dengan cara mengurangi utang atau menambah penghasilan agar keuanganmu kembali positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!
-
Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja
-
Seperti Apa Watak Weton Jumat Kliwon? Ini Sifat dan Keistimewaannya Menurut Primbon
-
Bukan Sekadar Angka, Ini Arti Penting Masuknya BRI di Jajaran Elite Perbankan Dunia
-
Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Keluarga Terdakwa Korupsi Tuntut Kesetaraan di Depan Hukum
-
5 Sepatu Running Pria di Bawah Rp500 Ribu, Ada yang Cuma Rp100 Ribuan!
-
Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik
-
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi
-
Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia
-
5 Tips Menata Pintu Utama Rumah Sesuai Feng Shui dan Meningkatkan Energi Positif