Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB
Gaikindo melaporkan pangsa pasar wholesales Honda di Indonesia anjlok menjadi 4,4 persen pada Agustus 2026. [Dok Honda]
  • Gaikindo melaporkan pangsa pasar wholesales Honda di Indonesia anjlok menjadi 4,4 persen pada Agustus 2026.
  • Penjualan wholesales Honda selama delapan bulan pertama tahun 2026 merosot tajam sebesar 37,5 persen.
  • Merek asal China seperti BYD dan Jaecoo mencatatkan peningkatan pangsa pasar yang signifikan di Indonesia.

Suara.com - Pangsa pasar mobil Honda di Indonesia kini tinggal 4,4 persen. Angka ini menandai penurunan drastis salah satu jenama otomotif Jepang yang pernah menjadi merek utama di Tanah Air.

Seperti diungkap Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo dalam laporan bulannya pada September ini,  market share Honda secara wholesales pada Agustus 2026 tinggal 4,4 persen turun hampir separuh dari periode yang sama tahun lalu ketika pasar Honda masih 8,5 persen.

Sementara dari sisi ritel, pangsa pasar Honda kini tinggal 5,3 persen, turun dari 9,5 persen pada Agustus 2025 lalu.

Jika dirunut lebih jauh ke belakang, penyusutan pangsa pasar Honda di Indonesia sudah jauh lebih besar. Pada Agustus 2024 lalu, market share Honda turun menjadi 11 persen dari 14,4 persen di 2023.

Adapun selama delapan bulan pertama tahun ini, Honda hanya menjual sekitar 26.437 unit mobil secara wholesales, anjlok 37,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara dari sisi ritel, Honda menjual 31.671 unit mobil atau turun 36 persen dibandingkan dengan periode Januari - Agustus 2025.

Penyelenggaran GIIAS 2026 pada Agustus tak banyak membantu torehan Honda. Di Agustus kemarin, Honda hanya menjual sekitar 3.177 unit mobil secara wholesales, naik 22,8 persen dari Juli.

Adapun secara ritel, penjualan mobil Honda di Agustus kemarin hanya naik 11,1 persen menjadi 4.117 unit dibandingkan bulan sebelumnya.

Tapi jika dibandingkan dengan Agustus 2025, torehan Honda itu justru turun jauh - anjlok 27,4 persen secara wholesales dan 22,6 persen secara ritel jika dibandingkan dengan pada Agustus 2024.

Saat Honda terperosok jauh di Tanah Air, merek-merek China mencatatkan peningkatan pangsa pasar yang signifikan.

BYD, merek China terbesar di Indonesia, kini meraup 6,3 persen pasar, naik dari hanya 3,8 persen pada 2025 lalu. Sementara Jaecoo kini menguasai 4 persen pasar mobil baru Indonesia, melonjak dari 0,1 persen tahun lalu.

Nasib Honda sebenarnya tak jauh berbeda dari mayoritas merek mobil Jepang di Indonesia. Toyota misalnya kini menguasai 29,3 persen pasar, turun dari 32,3 persen di 2024.

Market share Daihatsu juga turun menjadi 16,8 persen dari 17 persen. Sementara Mitsubishi turun menjadi 7,3 persen dari 8,6 persen di 2025.

Suzuki menjadi satu-satunya merek mobil penumpang Jepang yang mengalami peningkatan market share, yakni dari 7,8 persen menjadi 8 persen tahun ini.

Adapun penjualan mobil secara wholesales di Indonesia selama Januari - Agustus 2026 meningkat 20,1 persen menjadi 599.491 unit secara wholesales.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com