Perawatan enzim di DMK (Suara.com/Dinda)
Cantik, tidak harus selalu menyakitkan. Inilah yang ingin dibuktikan sebuah klinik kecantikan Danne Montague King (DMK) Clinic, di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Kebutuhan setiap orang, khususnya perempuan, yang ingin memiliki kulit wajah sehat, kencang, dan terawat tidak hanya bisa dicapai dengan perawatan seperti teknik laser untuk merangsang kolagen atau suntik filler dan botox.
Melalui perawatan bernama DMK Enzyme Therapy, pemilik DMK Clinic, Muchtar Tjia menjelaskan, seseorang tidak harus menjalani perawatan yang melukai atau melakukan injeksi, seperti suntikan atau laser untuk mendapatkan kulit wajah yang didambakan.
"Tubuh manusia pada dasarnya memiliki enzim baik, yang mampu memberikan kolagen pada kulit. Nah, melalui perawatan ini, masker enzim yang digunajan dapat merangsang produksi kolagen, sehingga dapat mengembalikan kesehatan kulit wajah," kata dia saat ditemui Suara.com di DMK Clinic, Kamis (23/11/2017).
Perawatan enzim ditemukan pertama kali oleh DR. Danne Montague-King, yang dikenal sebagai seorang scientist dan botanist ini, menurut Muchtar sangat cocok untuk semua manusia.
Pasalnya, enzim adalah biokatalisator alami yang bertindak seperti katalisator oginak, yang dapat membantu mempercepat proses metabolisme, tanpa mengubah struktur kimianya. Sekadar diketahui, tubuh manusia memiliki lebih dari 1.300 enzim di dalam tubuhnya, dan perawatan ini akan menstimulasi enzim yang ada di dalam tubuh untuk lebih aktif dalam metabolisme kulit.
"Pada dasarnya, enzim merupakan sesuatu yang sudah ada di dalam tubuh kita, sayangnya seiring dengan polusi, usia, gaya hidup, bertambahnya usia, maka daya juang enzim menurun. Jadi saat enzim dalam perawatan ini bertemu kulit, akan segera terjadi kecocokan dan akan bereaksi satu sama lain," jelas DR. King di kesempatan yang sama.
Dalam melakukan perawatan ini, Anda akan diajak melakukan beberapa tahapan, yang pertama adalah Cleansing Massage, menggunakan formula khusus untuk mengangkat kotoran, seperti make up, debu hingga kulit mati selama 60 detik.
Selanjutnya ialah Skin Detox yang berfungsi untuk mengangkat racun dari kulit, dengan menggunakan caira semacam toner selama tiga hingga lima menit. Langkah ketiga ialah Pelembutan Komedo untuk membuka kapiler di wajah, agar sel kulit mati dan komedo bisa terangkat. Proses yang memakan waktu 2-3 menit ini akan membuat wajah terasa panas.
Pada proses keempat, yakni Brightening, wajah akan diberikan bubuk kering yang mengandung 20 persen vitamin C, yang berfungsi untuk memperlacar saraf pembuangan di dalam tubuh. Karena suhu tubuh, vitamin ini akan lumer dengan sendirinya, lalu meresap ke dalam kulit.
Nah, yang terakhir, sebagai perawatan kunci, wajah akan diberikan masker enzim yang terbuat dari intisari enzim cangkang telur dari Amerika Serikat. Saat masker bekerja, selama 45 menit aliran darah akan terasa terpompa dan wajah akan terasa kencang.
Setelah selesai, masker enzim akan dibersihkan dan wajah akan diberikan nutrisi, protein, dan vitamin C
"Perawatan ini sangat cocok untuk segala kondisi kulit, mulai dari berjerawat, pigmentasi, aging, scar, sesudah dan sebelum operasi plastik. Wajah akan terlihat langsung cerah, kencang dan halus. Perawatan ini juga tidak menyebabkan ketergantungan," ujar Muchtar.
Jika tertarik dengan perawatan aman dan tanpa rasa sakit ini? Untuk mendapatkan DMK Enzyme Therapy, Anda bisa mengeluarkan kocek dari Rp1-Rp1,9 juta.
Lihat video perawatan enzim di sini:
Suara.com -
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif