Suara.com - Kawasan Pecinan Glodok memang tak ada matinya, pedagang aneka rupa berjejer kiri dan kanan sambil sesekali harus memberi ruang pada pejalan kaki yang sibuk lalu-lalang.
Mereka yang tak mengerti seni berbelanja di gang-gang sempit mungkin bertanya-tanya, apa sih nikmatnya belanja sambil dempet-dempetan?
Tapi percayalah, Glodok, tepatnya di Pasar Petak Sembilan hingga Jalan Pancoran, itu berbeda.
Lebih dari sekadar gang-gang sempit tempat orang berniaga, di sana ada tradisi, budaya bahkan cita rasa kuliner masyarakat keturunan Tionghoa yang masih terjaga.
Ya, kawasan Glodok memang merupakan surga kuliner di Jakarta. Sayangnya nih, tak semua orang bisa menikmati kuliner di sana, karena mayoritas menggunakan daging babi.
Namun kalau Anda mau bersusah-susah sedikit, coba masuk ke Gang Gloria di Jalan Pancoran, Glodok. Masuk terus sampai ke ujung, Anda akan menemukan satu pujasera dengan konsep terbuka yang cukup sederhana.
Di sana, ada sekitar sembilan sampai belasan penjaja makanan aneka rupa. Tak semua halal, tapi tiga makanan ini tentu saja halal.
Ketiga makanan halal nan lezat itu adalah Kari Ayam Kari Lam, Mie Kangkung Si Jangkung, dan Cakwe Medan Gang Gloria. Mari kita mulai bercerita tentang rasanya satu-persatu.
Baca Juga: Pianis Reza Syafri Gelar Konser Bertajuk Romantic Schizoprenic
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Paman dan Keponakan Kompak Bawa 35 Kg Sabu di Tanjung Balai
-
Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu Extended: Saat Jeda Waktu Memberi Ruang bagi Makna
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan